Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Program Makan Bergizi Gratis Membuat Empat Paket Jalan Dihapus dari APBD Kulon Progo 2025

Anom Bagaskoro • Senin, 30 Desember 2024 | 14:00 WIB

 

 

BENTUK PROTES: Warga Klepu, Hargowilis, Kokap memasang spanduk sindiran untuk kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.
BENTUK PROTES: Warga Klepu, Hargowilis, Kokap memasang spanduk sindiran untuk kerusakan jalan yang tak kunjung diperbaiki.
 

KULON PROGO - Implementasi program makan bergizi gratis (MBG) cukup banyak berdampak pada realisasi APBD 2025. Pemangkasan anggaran 11 persen per organisasi perangkat daerah (OPD), turut berimbas pada pembangunan dan perbaikan sejumlah ruas jalan di Kabupaten Kulon Progo.

Bahkan, ada empat paket pekerjaan perbaikan jalan yang dihapus pada 2025. Penghapusan diperlukan untuk memenuhi kuota anggaran demi realisasi program makan bergizi gratis. Sejumlah ruas jalan tersebut, ada di Kapanewon Kokap dan Girimulyo. Padahal, sebelumnya telah dianggarakan untuk perbaikan tahun depan.

 Baca Juga: Kasus DBD di Kota Jogja Tahun Ini Mencapai 283 Orang, Naik Hampir Empat Kali Lipat Dibanding 2023

"Ada empat ruas jalan, salah satunya yang di daerah Klepu," sebut sumber yang tak ingi namanya dikorankan Minggu (29/12/2024).

Disebutkan, program makan bergizi gratis membuat realisasi perbaikan gagal. Lantaran, pemkab perlu berkontribusi ke program MBG sejumlah 7,75 persen dari pendapatan asli daerah (PAD). Namun, kecilnya PAD tak mampu menutup kebutuhan anggaran. Sehingga, setiap OPD dipangkas sebesar 11 persen. 

 Baca Juga: Kunjungan ke Sleman, Bahlil Lahadalia Ikut Komentari soal PPN 12 Persen, Sebut Jalan Tengah untuk Masyarakat

Oleh sebab itu, DPUPKP sebagai OPD perlu merefocussing anggaran. Salah satu yang berdampak adalah sektor infrastruktur. Pemangkasan, membuat sejumlah ruas yang telah dianggarkan dihapus dari daftar perbaikan 2025.

Kepala Bidang Bina Marga DPUPKP Kulon Progo Nurcahyo Budi Wibowo membenarkan perihal adanya pemangkasan anggaran. Pemangkasan anggaran di DPUPKP bahkan mencapai Rp 3,7 miliar. Terdapat tiga bidang yang mengalami pemangkasan. Yaitu bidang bina marga, sumber daya air (SDA), dan unit pelaksana teknis daerah (UPTD).

 

"Pemangkasan cukup besar bagi kami di bina marga sebesar Rp 2,6 miliar," ucapnya.

 

 

Namun Nur menyangkal adaya penghapusan empat paket pekerjaan perbaikan jalan. Namun hanya pengurangan volume pekerjaan hingga 50 persen pada setiap paket. Nantinya, terdapat 23 paket pekerjaan pemeliharaan, dan perencanaan jalan yang dikurangi volumenya.

Sementara itu, anggota Badan Anggaran DPRD Kulon Progo Angga Pratama turut membenarkan terjadinya penghapusan paket jalan. Hal ini didasari pada rapat DPRD dengan Bappeda Kulon Progo.

"Memang ada yang dihapus, detailnya bisa langsung ke pihak terkait," ucapnya.

Angga menilai, PAD Kulon Progo tergolong kecil membuat pelaksanaan program MBG membebani angggaran. Sehingga, pemkab seharusnya berfokus untuk menggenjot PAD. (gas/eno)

 

Editor : Sevtia Eka Novarita
#realisasi #Penghapusan #Girimulyo #paket jalan #pendapatan asli daerah (PAD) #Mbg #implementasi #11 persen #PAD #paket #ruas jalan #perbaikan #DPRD Kulon Progo #Makan Bergizi Gratis #berdampak #pemangkasan #Bappeda Kulon Progo #DPUPKP Kulon Progo #kabupaten kulon progo #APBD 2025 #program #Organisasi Perangkat Daerah (OPD) #dihapus #infrasturktur #Anggaran #klepu #pembangunan #Kapanewon Kokap #badan anggaran