Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Bukan Mengairi malah Menggenani, Hujan Tinggi Buat Saluran Irigasi Meluap, 43 Hektare Lahan Padi di Kulon Progo Terendam

Anom Bagaskoro • Sabtu, 28 Desember 2024 | 02:29 WIB

 

 

ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA     IRIGASI: Tamadi menceritakan meluapnya saluran irigasi saat hujan melanda.
ANOM BAGASKORO/RADAR JOGJA   IRIGASI: Tamadi menceritakan meluapnya saluran irigasi saat hujan melanda.

 

 

 

KULON PROGO - Efek curah hujan tinggi juga merugikan petani, yang tengah memasuki masa tenam padi. Lantaran, lahan sawah terendam banjir, akibat meluapnya air dari saluran irigasi.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Kulon Progo Drajat Purbadi menyampaikan, data hasil pengamatan dampak hujan lebat. Sejak awal Desember curah hujan membuat sebagian lahan pertanian terendam air luapan sungai.

Lahan pertanian biasanya terendam banjir setinggi 50 sentimeter, yang mampu menutup benih padi yang baru saja ditanam. "Sepanjang Desember ini, kami mencatat ada 43 hektare lahan pertanian terendam," ucap Drajat, Jumat (27/12).

Drajat menyampaikan, data tersebut merupakan hasil pantauan berkala miliknya sejak awal desember lalu. Sedangkan, kejadian lahan pertanian terakhir kali terdampak banjir sekitar empat hektare pada Selasa (24/12) lalu.

Wilayah selatan Kulon Progo menjadi lokasi paling terdampak banjir yang merendam lahan pertanian. Seluas 43 hektar lahan pertanian terendam sebagian besar berasal dari lahan pertanian di Kalurahan Bugel dengan jumlah 40 hektare.

Banyaknya areal perswahan terendam diakibatkan tingginya curah hujan selama Desember ini. Curah hujan tinggi membuat air saluran irigasi meluber hingga memasuki area peswahan. Terutama di lahan pertanian sepanjang sungai Gun Sheiro yang cukup banyak mengalami dampaknya.

Lantaran, saat debit sungai naik air akan memasuki saluran pembuangan lahan pertanian. Sehingga, air sungai akan tertahan di dalam lahan pertanian. "Tidak terlalu berdampak sebenarnya, karena langsung surut setelah beberapa jam," ujarnya.

Karakteristik banjir di Kulon Progo tak membuat kerugian bagi petani. Lantaran, banjir hanya bersifat genangan dengan rentang waktu surut cukup cepat. Akan menimbulkan kerugian jika banjir merendam hingga 2-3 hari.

Jika bibit atau tanaman padi terendam hingga dua hari, maka akan mempercepat pembusukan. Tanaman padi akan rentan terhadap rendaman air dengan durasi cukup lama.

Jika padi terendam hingga tiga hari, batang tanaman akan membusuk. Hal inilah yang membuat petani merugi.

Salah satu petani terdampak banjir Tamadi menyampaikan ketakutannya apabila terjadi banjir. Wilayah tanamnya di sekitar Kalurahan Kalidengen terendam banjir yang tak segera surut. Hal serupa dirasakan oleh petani di wilayah Temon Kulon."Sudah seminggu belum surut, ada 20 hektar tanah dari Kalidengen hingga Temon Kulon," tuturnya. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#saluran irigasi #lahan padi #Sawah Terendam #Kulon Progo #Curah Hujan Tinggi #Petani