KULON PROGO - Cuaca buruk menjelang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berdampak pada penerbangan.
Lantaran, jika terjadi cuaca buruk di Yogyakarta International Airport (YIA) maka akan dilakukan pengalihan penerbangan ke bandara terdekat.
Hal ini mengacu data BMKG yang memprediksi cuaca buruk di wilayah pulau Jawa selama beberapa minggu ke depan.
General Manager AirNav Cabang Jogjakarta Zainal Arifin membenarkan adanya potensi cuaca buruk.
Dari data BMKG, pihaknya memprediksi cuaca buruk akan terjadi selama libur nataru.
Cuaca buruk mulai mereda setelah tanggal 5 Januari 2025 nanti.
"Hingga 5 Januari ada potensi angin kencang, dan sebelumnya juga sempat terjadi," ucap Zaenal, saat ditemui usai pembukaan Posko Nataru, Rabu (18/12/2024).
Zaenal menyampaikan, sempat terjadi cuaca buruk beberapa hari ke belakang.
Cuaca buruk berupa angin kencang yang melanda wilayah Kulon Progo.
Angin kencang tergolong ekstrim hingga mengganggu penerbangan. Terutama saat, pesawat melakukan landing dan takeoff.
Selama sebulan terakhir, penerbangan di YIA terpantau lancar.
Namun, untuk pendaratan pesawat cukup terganggu dengan kondisi angin kencang.
Bahkan kebanyakan pendaratan memanfaatkan sisi timur landasan pacu dibanding sisi barat YIA.
Sebanyak 60 persen hingga 70 persen pendaratan di YIA memanfaatkan sisi timur landasan.
Biasanya pendaratan di YIA dilakukan di sisi timur.
Hal ini terjadi karena ada perubahan arah angin sejak awal Desember lalu.
"Beberapa kali terjadi pendaratan ulang atau go arround, tetapi itu menjadi operasional biasa," ucapnya.
Zaenal menjelaskan, pihaknya secara real time memantau kondisi cuaca dan arah angin.
Jika arah angin tidak bersahabat maka, akan terjadi pendaratan ulang.
Mekanisme ini sudah menjadi operasional pasti dalam penerbangan.
Sehingga, penumpang tak perlu mengkhawatirkan hal itu.
Selain pendaratan ulang, untuk menghadapi cuaca buruk pada puncak libur Nataru biasanya penerbangan memiliki mekanisme tersendiri.
Dari prediksi BMKG cuaca buruk akan terjadi pada 20 Desember Hingga 5 Januari.
Tentunya untuk menghadapi hal ini, pihaknya rutin memantau kondisi alam.
Jika cuaca tak bersahabat, maka akan ada pengalihan penerbangan.
"Pengalihan dimungkinkan terjadi, pengalihan tentunya ke bandara terdekat," pungkasnya.
Sementara itu, General Manager YIA Ruly Artha membenarkan potensi cuaca buruk.
Pihaknya rutin berkordinasi denga BMKG dan AirNav untuk memantau operasional penerbangan.
Sehingga pengguna layanan penerbangan tak perlu khawatir.
"Akhir-akhir ini cuaca kurang bersahabat, tetapi kedepannya fluktuatif cenderung landai," ujarnya.
Ruly menyampaikan, menjelang Nataru belum terjadi peningkatan jumlah penumpang.
Saat ini YIA masih melayani sekitar 12 ribu penumpang per hari.
Namun, jumlah penumpang akan terus mengalami peningkatan hingga tahun baru. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva