Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalan Provinsi Dekso-Samigaluh Longsor, BPBD Kulon Progo Tak Bisa Lakukan Perbaikan

Anom Bagaskoro • Selasa, 19 November 2024 | 12:50 WIB

 

LONGSOR: Material longsor memenuhi Jalan Dekso-Samigaluh. 
LONGSOR: Material longsor memenuhi Jalan Dekso-Samigaluh. 
 

 

 

 

KULON PROGO - Dampak hujan semalam suntuk membuat bencana longsor di Kalurahan Purwoharjo, Kapanewon Samigaluh, Senin (18/11). Material longsoran bahkan menutup Ruas Jalan Dekso-Samigaluh, selama beberapa jam. Akhirnya, sebagian jalan dapat terbuka setelah BPBD Kulon Progo melakukan pembersihan.

"Kejadiannya sekitar pukul 11.00 siang dan kondisinya saat itu tidak hujan," ucap Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi, saat ditemui Radar Jogja, Senin (18/11).

Taufik menyampaikan, tapi pada malam sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan dera. Disinyalir tebing setinggi tujuh meter sudah dalam keadaan jenuh penuh dengan kadar air, akibat hujan deras selama semalam suntuk. Akibat longsor, Ruas Jalan Dekso-Samigaluh tertimbun material longsoran sepanjang 10 meter.

Material longsoran terdiri dari tanah merah, dan batu berdiameter 50 sentimeter yang memenuhi setengah badan jalan. Ada juga material pohon yang terbawa longsor hingga menutupi jalan secara keseluruhan.

Fokus untuk membuka akses, personil membersihkan area timbunan pohon yang menghalangi setengah badan jalan. Proses ini membutuhkan waktu sekitar 30 menit. Lantaran, rimbunan pohon menghantam tiang listrik dan jaringan kabel telfon yang berada tepat di hadapan tebing.

Setelah menyelesaikan setengah badan jalan, beberapa kendaraan bisa melintasi jalan tersebut. Kendaraan roda empat saling bergantian melewati jalan. Untuk timbunan longsor yang menghalangi setengah badan jalan lain, BPBD melakukan antisipasi khusus. "Masih ada kemungkinan longsor susulan, jadi kami melakukan tindakan pencegahan," ujarnya.

Tindakan pencegahan longsor susulan dilakukan dengan cara menyemprotkan air di tebing. Semprotan dengan tekanan akan membuat tanah dan batuan terkikis. Sehingga, material tebing yang masih menempel dapat jatuh.

Kendati telah membuka sebagian jalan dan melakukan tindakan pencegahan, pihaknya tidak bisa memastikan ruas jalan dapat digunakan sepenuhnya. Pasalnya, personil BPBD masih melakukan tindakan pencegahan menggugurkan tebing, dan sedang dikejar dengan cuaca buruk."Status jalannya miliki provinsi dan kami sudah melakukan kordinasi," tuturnya.

Taufik menegaskan, ruas Jalan Dekso Samigaluh berstatus milik provinsi. Pihaknya tak bisa melakukan perbaikan berupa pembangunan dinding penahan tanah karena status kepemilikan itu. Namun, untuk tindakan sementara pihaknya bisa membersihkan material longsoran, agar bisa dilewati pengendara. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Separo #Bencana #material #Hujan #pohon #dekso #Longsor #Samigaluh #jalan