Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

KPAA Gelar Empat Pameran Sekaligus, Tunjukkan Budaya Tak Sekadar Pertunjukan Seni

Anom Bagaskoro • Selasa, 22 Oktober 2024 | 15:05 WIB
PAMERAN: Pengunjung melihat keris yang dipamerkan di Exhibition Hall TBK.
PAMERAN: Pengunjung melihat keris yang dipamerkan di Exhibition Hall TBK.

 

 

KULON PROGO - Dinas Kebudayaan (Disbud) Kulon Progo kembali menggelar Kulon Progo Anual Arts (KPAA). Berlokasi di Exhibition Hall Taman Budaya Kulon Progo, terdapat empat pameran yang digelar secara bersamaan. Pameran ini memiliki makna sudut pandang yang luas mengenai budaya.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Eka Pranyata menjelaskan, perhelatan KPAA Lebur Budaya mencoba mengangkat budaya dari sudut pandang seni nonpertunjukan. Terdapat ratus karya seni yang dapat dilihat oleh pengunjung selama pameran berlangsung. Pameran ini diselenggarakan sejak 19 Oktober-2 Nobember. "Ada pameran batik, keris, seni rupa, dan museum," ucap Eka, Senin (21/10).

Eka menjelaskan, pameran batik mengangkat budaya warisan leluhur yang telah diakui UNESCO. Terdapat puluhan batik dengan berbagai corak yang dibuat menggunakan canting oleh pembatik. Semua kain batik yang dipamerkan merupakan hasil buah tangan dari berbagai produsen di Kulon Progo.

Baca Juga: Tengah Malam Token Listrik Mulai Bunyi? Langsung Aja Beli di Mobile Banking BRImo!  

Baca Juga: Kesesuaian Kompetensi dengan Ketersediaan Lowongan Jadi Tantangan Serapan Tenaga Kerja di Sleman

Pameran keris tak luput menjadi jujugan para pengunjung. Lantaran, dalam pameran keris ditampilkan 30 koleksi keris yang masuk kategori sepuh dengan gaya mataram. Keunikan keris sepuh dengan berbagai pamor, serta dapur menunjukkan seni dalam penempaan. Sehingga, pengunjung dapat memahami keris dengan berbagai sudut pandang.

Selain itu, terdapat pameran seni rupa yang memperlihatkan berbagai macam hasil karya asli seniman Kulon Progo. Sejumlah karya seni ditampilkan oleh 33 seniman lokal dan tiga seniman tamu. Tak hanya menampilkan lukisan, karya seni instalasi ditampilkan.

Paling banyak menarik pengunjung yaitu instalasi mewarnai payung. Pengunjung dapat melukis di tempat pada payung yang telah disediakan. "Terakhir itu pameran museum, mencoba mendekatkan anak muda untuk mengenal museum," tuturnya.

Eka menjelaskan, keempat pameran sengaja digelar sebagai bentuk pengenalan budaya. Budaya yang tak hanya sekadar pertunjukan ditampilkan dengan berbagai cara.

Baca Juga: Kesesuaian Kompetensi dengan Ketersediaan Lowongan Jadi Tantangan Serapan Tenaga Kerja di Sleman

Baca Juga: Kasus Lebih dari Satu Tahun, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor di Kasihan Bantul

Dengan keberadaan pameran, diharapkan mampu melestarikan budaya. Tentunya, penampilan budaya dikemas dengan gaya kekinian agar kaum muda juga ikut menikmati pameran.

Salah satu pengunjung pameran Zuhri Istanto menjelaskan, ketertarikannya terhadap pameran. Pasalnya, empat pameran yang digabungkan menjadi satu sangat jarang ditemukan. Terutama dengan penggabungan dari berbagai karya seni, semakin membuat dirinya tertarik."Tadi cukup lama melihat pameran keris, jarang melihat," ucapnya.

Zuhri menyampaikan, pameran keris menjadi jujugannya. Lantaran, dirinya ingin mempelajari dan mengenal lebih jauh tentang keris. Anggapan keris baginya ternyata lebih luas. Tak terpengaruh terhadap opini mengenai kemusyrikan. Menurutnya keris merupakan barang seni dari penempa. Melalui pamor dan dapur seni ditungkan dalam bilahan keris. (gas/pra)

Editor : Heru Pratomo
#Seniman #seni rupa #dinas kebudayaan #Kulon Progo #Budaya #museum #UNESCO #lukisan #pameran keris