KULON PROGO - Memperingati Hari Jadi ke-73 Kulon Progo, Pemkab Kulon Progo mendapatkan bantuan RTLH yang berasal dari berbagai stakeholder. Bantuan berupa RTLH ini, menyasar masyarakat kurang mampu yang rumahnya tidak layak huni.
Sejumlah 73 bantuan RTLH digelontorkan bagi masyarakat Kulon Progo yang memiliki rumah tidak layak huni serta kurnag mampu. Bantuan tersebut berasal dari berbagai pihak, antara lain BPD DIJ dengan bantuan stimulus ke 15 rumah, Baznas 24 rumah, Habitat 22 rumah, dan DPU ESDM 12 rumah.
"Merupakan hasil kolaborasi, dari berbagai pihak menanggapi masalah hunian yang kurang layak," ucap Pj Bupati Kulon Progo Srie Nurkyatsiwi, Selasa (1/10).
Baca Juga: KONI DIY Beri Dukungan untuk NPCI DIY Agar Bisa Meraih Prestasi Maksimal di Peparnas XVII Solo 2024
Siwi menjelaskan, pemkab mendorong adanya peran kolaborasi antar pihak dalam menghadapi isu sosial baik di Kulon Progo maupun di DIJ. Kulon Progo masih memiliki pekerjaan rumah yang terus diupayakan untuk selesai. Seperti isu kemiskinan dan stunting yang masih menjadi fokus bersama untuk pengentasannya.
Melalui kolaborasi dari berbagai pihak, dirinya berharap masalah di Kulon Progo berangsur berkurang. Sebagai contohnya terdapat 6.800 rumah tak layak huni di Kulon Progo yang membutuhkan sentuhan bantuan. Sehingga, untuk mengurangi jumlah rumah tak layak huni kolaborasi diperlukan untuk pengurangan jumlah RTLH secara bertahap.
Sementara itu, Kepala DPUP ESDM DIJ Anna Rina Herbrianti menjelaskan, peran kolaborasi sangat penting. Pihaknya juga akan mendukung pengentasan RTLH dengan menggelontorkan bantuan bagi masyarakat yang masuk kriteria penilaian penerima. "Kami tinjau layak atau tidaknya untuk menerima program bantuan RTLH," ucapnya.
Di 2024 ini, selain 12 bantuan RTLH yang dinikmati masyarakat Kulon Progo, pihaknya telah menggelontorkan 700 bantuan RTLH di 16 kapanewon termiskin di DIJ. Sembilan di antaranya masuk dalam RTLH terintegrasi.
Anna menjelaskan, pihaknya terus berupaya menyalurkan bantuan, terutama bantuan RTLH terintegrasi. Lantaran, program ini berfokus pada penyiapan ruang dan lingkungan hidup layak huni, tak hanya sekedar bantuan untuk hunian saja. "Tidak hanya rumahnya, fasilitas lain yang mendukung lingkungan layak huni juga disiapkan," ucapnya.
Menurutnya, program RTLH terintegrasi dapat mengoptimalkan taraf hidup masyarakat. Lantaran, penerima bantuan tak perlu memikirkan lagi urusan tempat tinggal layak. Sehingga, penerima dapat berfokus pada peningkatan taraf hidupnya. Langkah ini, diklaim sesuai dengan arahan gubernur mengenai pengentasan kemiskinan, terutama di 16 kapanewon termiskin. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo