RADAR JOGJA - Isu megathrust membuat sebagian masyarakat merasa khawatir. Terutama yang tinggal di pesisir pantai. Menjawab kekhawatiran itu, Satpol PP DIY mengadakan sosialisasi dengan melibatkan anggota Jaga Warga.
“Kami mengangkat isu megathrust karena menjadi perbincangan publik dan menimbulkan kepanikan," ucap Kepala Seksi Bina Potensi Masyarakat Satpol PP DIY Yudhistira Bayu Aji di Pendapa Ari Boga Panjatan, Kulon Progo, kemarin (23/9).
Bayu mengatakan, melalui sosialisasi itu dapat memberikan informasi dan wawasan mengenai kebencanaan. Jaga warga memiliki peran mengedukasi masyarakat tentang mitigasi serta penanganan bencana.
Sosialisasi diikuti 100 peserta. Mereka anggota jaga warga dari perwakilan kalurahan se-Kapanewon Panjatan.
Staf Humas Geofisika BMKG DIY Berta Widiastuti mengatakan, isu megathrust telah menjadi kajian cukup lama. Isu ini kembali mencuat setelah ramai dibicarakan di media sosial. "Megathrust merupakan fakta dan potensi. Bukan prediksi," tegasnya.
Namun demikian, waktu dan kejadian gempa tak bisa diketahui ataupun diprediksi. Masyarakat perlu siap siaga, tapi tak perlu mencemaskan isu tersebut. Menanggapi megathrust memiliki energi besar, masyarakat sebaiknya menyiapkan diri.
“Bukan malah ketakutan, dan berujung dengan kurangnya kesiapsiagaan,” katanya.
Dengan sosialisasi itu masyarakat dapat meminta informasi terkait mitigasi kebencanaan. Masyarakat sudah siap melakukan penanganan dan evakuasi diri. (gas/kus)
Editor : Heru Pratomo