KULON PROGO - Petani bawang merah di Bumi Binangun terpaksa memundurkan masa tanam bawang merah.
Selain karena cuaca, faktor mundurnya masa tanam juga disebabkan karena sulitnya mencari tenaga kerja buruh tanam bawang.
Salah satu petani bawang merah di Padukuhan Belik, Kalurahan Demangrejo Tukimin mengatakan, musim kemarau yang berkepanjangan membuat jadwal tanam bawang mundur.
Masa tanam bawang merah yang seharusnya jatuh pada bulan Agustus lalu, mundur hingga pertengahan september ini belum juga ditanami.
Padahal mengejar musim panen di November agar terhindar dari curah hujan lebat.
Di sisi lain, dia juga mengeluhkan sulitnya mencari tenaga kerja, buruh tanam bawang.
"Sekarang susah mencari buruh tanam, kalau sudah dapat pasti ngantri," ucap Tukimin, Senin (16/9/2024).
Tukimin menjelaskan, saat masa tanam dimulai, petani menanam secara serentak, hal ini yang membuat sulitnya mencari buruh tanam.
Akibat masa tanam bersamaan, membuat tenaga kerja yang sudah minim tak memenuhi permintaan dari petani.
Berdampak pada masa tanam yang mundur akibat kekurangan buruh tanam.
"Menunggu giliran, bahkan ada yang mencari buruh tanam dari luar daerah," ujarnya.
Padahal, lanjutnya, masa tanam di tahun ini tergolong pendek untuk mencapai panen optimal.
Sehingga, beberapa petani terpaksa mencari buruh tanam terampil dari luar daerah.
Hal ini, juga diperparah semakin sedikitnya buruh tanam. Rata-rata buruh tanam yang dipekerjakan merupakan perempuan lanjut usia.
Dan dari tahun ke tahun semakin sedikit jumlahnya. Terlebih, karena lanjut usia produktivitas kerja mereka cenderung menurun.
Menurutnya fenomena ini, dirasakan mayoritas petani bawang merah di Kulon Progo.
Semakin sedikitnya tenaga kerja pertanian, memaksa mereka untuk menggunakan teknologi pertanian.
Namun, karena keterbatasan modal membuat teknologi pertanian tak bisa direalisasikan.
"Harapannya ada bantuan dari pemerintah, untuk teknologi pertanian," pungkasnya. (gas)
Editor : Meitika Candra Lantiva