Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Hadeh! Masa Tanam Mundur Karena Kemarau Panjang, Petani Bawang Merah di Kulon Progo Ini Juga Kesulitan Mencari Tenaga Buruh: Petani Tuntut Ini..

Anom Bagaskoro • Selasa, 17 September 2024 | 00:09 WIB
MENANAM: Petani bawang merah di Kulon Progo melakukan penanaman bibit. Mereka keluhkan sulitnya mencari tenaga buruh tanam bawang merah yang didominasi usia lanjut.
MENANAM: Petani bawang merah di Kulon Progo melakukan penanaman bibit. Mereka keluhkan sulitnya mencari tenaga buruh tanam bawang merah yang didominasi usia lanjut.

 

KULON PROGO - Petani bawang merah di Bumi Binangun terpaksa memundurkan masa tanam bawang merah.

Selain karena cuaca, faktor mundurnya masa tanam juga disebabkan karena sulitnya mencari tenaga kerja buruh tanam bawang.

Salah satu petani bawang merah di Padukuhan Belik, Kalurahan Demangrejo Tukimin mengatakan, musim kemarau yang berkepanjangan membuat jadwal tanam bawang mundur.

Masa tanam bawang merah yang seharusnya jatuh pada bulan Agustus lalu, mundur hingga pertengahan september ini belum juga ditanami.

Padahal mengejar musim panen di November agar terhindar dari curah hujan lebat.

Di sisi lain, dia juga mengeluhkan sulitnya mencari tenaga kerja, buruh tanam bawang.

 

"Sekarang susah mencari buruh tanam, kalau sudah dapat pasti ngantri," ucap Tukimin, Senin (16/9/2024).

Tukimin menjelaskan, saat masa tanam dimulai, petani menanam secara serentak, hal ini yang membuat sulitnya mencari buruh tanam.

Akibat masa tanam bersamaan, membuat tenaga kerja yang sudah minim tak memenuhi permintaan dari petani.

Berdampak pada masa tanam yang mundur akibat kekurangan buruh tanam.

"Menunggu giliran, bahkan ada yang mencari buruh tanam dari luar daerah," ujarnya.

Padahal, lanjutnya, masa tanam di tahun ini tergolong pendek untuk mencapai panen optimal.

Sehingga, beberapa petani terpaksa mencari buruh tanam terampil dari luar daerah.

Hal ini, juga diperparah semakin sedikitnya buruh tanam. Rata-rata buruh tanam yang dipekerjakan merupakan perempuan lanjut usia.

Dan dari tahun ke tahun semakin sedikit jumlahnya. Terlebih, karena lanjut usia produktivitas kerja mereka cenderung menurun.

  1. Baca Juga: Antusiasme Masyarakat Tinggi, Gunungan Grebeg Maulud Dirayah, Ngalap Berkah Ngarso Dalem hingga Tolak Bala

Menurutnya fenomena ini, dirasakan mayoritas petani bawang merah di Kulon Progo.

Semakin sedikitnya tenaga kerja pertanian, memaksa mereka untuk menggunakan teknologi pertanian.

Namun, karena keterbatasan modal membuat teknologi pertanian tak bisa direalisasikan.

"Harapannya ada bantuan dari pemerintah, untuk teknologi pertanian," pungkasnya. (gas)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#buruh tanam bawang merah #mundur #masa tanam #Kulon Progo #Bumi Binangun #petani bawang merah #Kemarau Panjang #KESULITAN #Keluhkan #Demangrejo #Tenaga Buruh #bawang merah