KULON PROGO - Seakan mengikuti jejak Jalan Cerme-Demangan, Ruas Jalan Ngemplak- Krinjing Kidul di Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan, Kulon Progo dipasangi ratusan spanduk sindiran. Lantaran, sudah bertahun-tahun jalan yang terletak di Padukuhan Ngemplak, Kalurahan Kembang, Kapanewon Nanggulan tak tersentuh perbaikan.
Berdasarkan pantauan Radar Jogja, ratusan banner sindiran terpasang di Jalan Ngemplak-Krinjing Kidul sepanjang 1 kilometer. Spanduk berisi sindiran cukup banyak menggambarkan kondisi jalan. Beberapa titik mengalami kerusakan parah, khususnya di area tanjakan. Sehingga, beberapa kendaraan yang melewati area tersebut perlu berhati-hati, dengan tetap menjaga kecepatan agar tak berhenti di tanjakan.
"Sudah rusak cukup lama, 90 persen rusak, dan berulang kali kami mengusulkan untuk perbaikan," ucap salah satu warga Nanang Timbul Santosa, saat ditemui Radar Jogja, Senin (9/9).
Baca Juga: Pentinya Konsumsi Air Putih: Kunci Kesehatan dan Keseimbangan Tubuh
Baca Juga: Baru Dilantik 26 Agustus 2024, Grengseng-Sahid Ajukan Surat Pengunduran Diri sebagai Anggota Dewan
Nanang menjelaskan, kerusakan jalan sudah terjadi sejak 2016. Namun tak kunjung ada komitmen perbaikan dari pemkab. Jalan yang awalnya mulus dengan balutan aspal, kini malah berubah menjadi tumpukan bebatuan. Lantaran, lapisan aspal sudah tak mencengkeram lagi.
Padahal Jalan Ngemplak-Krinjing Kidul merupakan jalan kabupaten yang menghubungkan antara Kalurahan Kembang dengan Wijimulyo. Sehingga, merupakan salah satu akses ekonomi bagi masyarakat.
Seringkali di musim mudik lebaran, jalan ini digunakan sebagai akses alternatif menuju Wijimulyo, apabila terjadi penumpukan kendaraan di persimpangan Kenteng Nanggulan. "Sudah beberapa kali ada kejadian kecelakaan, dampak dari jalan rusak," ujarnya.
Sudah beberapa kali kejadian kecelakaan di ruas jalan tersebut. Terutama pengguna jalan dengan latar pelajar yang hendak berangkat sekolah. Kebanyakan pelajar mencari jalan alternatif, namun karena tak memahami medan membuat mereka mengalami kecelakaan.
Nanang juga sempat menceritakan, perihal jalan rusak yang merugikan perekonomian. Terdapat sebuah kejadian kecelakaan, yang melibatkan kendaraan pembawa telur.
Baca Juga: Siswa SMPN 1 Jogja Diajak Maknai Keragaman lewat Pameran P5 yang Mengusung Tema Bhinneka Tunggal Ika
Baca Juga: Stabilitas Industri Jasa Keuangan di DIY Tumbuh Positif pada Semester I 2024
Kendaraan tersebut mengalami kecelakaan dan membuat komoditas telur yang dibawa mengalami rusak. Membuat pemilik menanggung kerugian cukup banyak. "Harapannya segera ada perbaikan, karena berpengaruh dengan aktivitas masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Kawasan Pemukiman (DPUPKP) Kulon Progo Nurcahyo Budi Wibowo membenarkan perihal kerusakan Jalan Kabupaten Ngemplak-Krinjing Kidul. Beberapa kali telah melakukan survei lokasi untuk melihat kondisi jalan. "Panjang ruasnya sekitar 2,1 km, tetapi untuk kerusakan paling banyak berkisar 1 km," ucap Nurcahyo.
Nurcahyo menjelaskan, pihaknya telah berulang kali melakukan usulan perbaikan jalan tersebut. Sayangnya, usulan yang disampaikan tak disetujui. Sehingga, di 2024 ini belum ada agenda perbaikan.
Kendati perbaikan tak bisa dilakukan di tahun ini, sudah mengagendakan perbaikan di 2025. Tahun depan telah menganggarkan Rp 240 juta, untuk melakukan perbaikan jalan. DPUPKP Kulon Progo memfokuskan perbaikan di beberapa titik tanjakan yang telah rusak. (gas/pra)
Editor : Heru Pratomo