Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Tahun 2024 5 Kalurahan Dapat Predikat Desa Budaya, Giripeni Sambut Dengan Kirab 9 Gunungan

Anom Bagaskoro • Minggu, 1 September 2024 | 17:06 WIB

GUNUNGAN: Kirab launcing Desa Budaya Giripeni diikuti ribuan masyarakat.
GUNUNGAN: Kirab launcing Desa Budaya Giripeni diikuti ribuan masyarakat.
KULON PROGO - Ribuan masyarakat Kalurahan Giripeni memadati Lapangan Kalurahan, setelah Kirab Budaya dan Kendhuri Akbar, Sabtu (31/8) sore.

Mereka rela berkumpul di satu lokasi demi memperingati predikat kalurahannya yang telah menjadi Desa Budaya. Selain Kalurahan Giripeni, terdapat 4 kalurahan lain, yang mendapat predikat Desa Budaya.

"Tahun ini ada tambahan 5 kalurahan yang mendapat predikat Desa Budaya, total menjadi 21 Desa Budaya di Kulon Progo," ucap Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Eko Pranyoto, saat ditemui Radar Jogja, Sabtu (31/8).

Eko menjelaskan, di tahun 2024 pihaknya memasang target 4 desa budaya terlahir. Tetapi justru 5 kalurahan yang mendapat predikat baru.

Kepengurusan desa budaya sepenuhnya berada di tangan provinsi, yang ditetapkan melalui SK.

Sehingga pihaknya sama sekali tak tahu menahu tentang keputusan pengangkatan 5 kaluran tersebut. Namun, pihaknya tetap menyambut baik penetapan 5 kalurahan menjafi desa budaya.

Desa budaya memiliki fondasi kolaborasi dari berbagai sektor, seperti pariwisata, preuner, dan prima.

Setelah suatu desa menyandang desa budaya, diharapkan dapat mengembangkan masyarakat kalurahan serta mensejahterakan kehidupan di desa.

Sementara itu, Lurah Giripeni Iswanto Adi Saputro menuturkan, demi mendapat perdeikan Desa Budaya selama 2 tahun pihaknya menggenjot potensi yang dimiliki Giripeni.

Sebelumnya, kalurahan ini memiliki predikat rintiaan budaya. Sehingga setelah predikat naik kelas, masyarakat sangat bersyukur. Dan diwujudkan dengan kegiatan kirab budaya, pentas seni, dan kendhuri akbar.

"Masyarakat yang terlibat kirab ada 2500 orang, dan setiap padukuhan memberikan gunungan," ucap Adi.

Adi menuturkan, terdapat 8 gunungan dari padukuhan dan 1 gunungan dari kalurahan.

Gunungan tersebut diarak berkeliling desa. Selain gunungan terdapat 50 angsang, yang berasal dari setiap RT di Kalurahan Giripeni.

Angsang tersebut berisi Ingkung, pisang raja, dan hasil bumi, yang mewujudkan rasa syukur kepada Tuhan.

Sesudah gunungan dang angsang diarak masyarakat, keduanya langsung dikumpulkan di satu titik dan dirayah bersama dengan masyarakat.

Acara kemudian dilanjutkan dengan gelar seni budaya asli Kalurahan Giripeni. Seperti karawitan, mocopat, dan seni tari angguk.

Setelah itu, acara ditutup dengan doa bersama meminta perlindungan dan kesejahteraan untu Kalurahan Giripeni.

Sekaligus dengan mengadakan kendhuri akbar.

Masyarakat setelah berdoa akan memakan ingkung yang telah dibawa sebelumnya. 

Editor : Bahana.
#Kulon Progo #kirab budaya #gunungan