RADAR JOGJA - Penggunaan jilbab bagi anggota pasukan pengibar bendera pusaka (paskibraka) sempat menjadi perbincangan publik. Namun, di Kulon Progo Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) membebaskan penggunaan jilbab pada anggota paskibraka. Bahkan tak jadi materi seleksi wawancara.
Hal ini disampaikan, Kepala Badan Kesbangpol Kulon Progo Budi Hartono usai pengukuhan paskibraka di Aula Adikarto, Kamis (15/8). Budi menyampaikan, paskibraka yang memilih mengenakan jilbab tak dipaksa menanggalkan jilbabnya. Baik saat latihan, pengukuhan, maupun pengibaran. Hal ini dikarenakan, penggunaan jilbab sesuai dengan kepercayaan, sehingga harus dihargai serta dihormati.
Pihaknya juga menegaskan, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) tak memberikan instruksi untuk mencopot jilbab bagi paskibraka. Instruksi BPIP hanya menekankan pada keseragaman anggota paskibraka, tanpa ada klausul pelepasan jilbab. "Penekanan ada di uniform, dan ini bisa dilihat paskibraka ada yang pakai jilbab saat pengukuhan," ucapnya.
Budi juga menegaskan, penggunaan jilbab juga tidak menjadi pertanyaan saat seleksi paskibraka. Pada seleksi paskibraka, terdapat tes wawancara yang isunya dikaitkan dengan penggunaan jilbab saat pengibaran bendera.
Menurut dia, penggunaan jilbab bagi anggota paskibraka memang sejak dahulu diperkenankan. Bahkan ketika upacara HUT RI yang biasanya digelar di Alun-Alun Wates. "Memang sejak dulu sudah diperbolehkan, jadi di tahun ini juga sama," ucapnya.
Terlepas dari itu, Paskibraka Kulon Progo 2024 telah dikukuhkan hari ini. Terdapat 38 anggota paskibraka baru, yang merupakan pelajar SMA/SMK di Kulon Progo. Sebenarnya terdapat 46 anggota paskibraka, namun delapan orang paskibraka ditugaskan untuk memperkuat pasukan di tingkat provinsi. "Sebelumnya yang mendaftar ada sekitar 200 pelajar," ucapnya.
Ratusan pelajar yang mendaftar, akhirnya diseleksi melalui beberapa tahapan. Tahapan administrasi dan tes wawasan kebangsaan dilakukan dengan menggunakan sistem yang dibuat BPIP. Sedangkan tes fisik, kesehatan, parade, dan wawancara dilakukan secara tatap muka. (gas/pra)