KULON PROGO – Di balik kepulangan jemaah haji asal Kulon Progo, terdapat sekelumit cerita evaluasi mengenai penyelenggaraan haji 2024. Evaluasi berkaitan dengan proses pemberangkatan haji dari Asrama Haji Donohudan Boyolali, menuju Bandara Adi Soemarmo Solo. Evaluasi berupa terlambatnya maskapai penerbangan dan bus pengumpan yang mengalami mogok.
"Secara keseluruhan sudah berjalan baik, tetapi ada dua evaluasi," ucap Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kankemenag Kulon Progo Mulyono, saat ditemui Radar Jogja, Jumat (12/7).
Mulyono menjelaskan, penyelenggaraan haji 2024 tergolong cukup baik, apabila dibandingkan di tahun sebelumnya. Lantaran, haji di 2023 banyak catatan yang harus dikerjakan panitia haji. Bahkan evaluasi banyak terjadi saat sebelum jamaah diberangkatkan, seperti penyedian paspor, dan administrasi. Yang mana di tahun ini, evaluasi itu tak muncul kembali.
Baca Juga: Ada Indikasi Aliran Dana Pinjol Ilegal ke Judol, OJK Blokir 4.921 Rekening
Sedangkan di 2024, evaluasi muncul saat proses pemberangkatan haji dari asrama hingga mencapai bandara. Evaluasi pertama terkait jadwal penerbangan terlambat, yang memaksa jemaah haji harus menunggu lebih lama di asrama haji. "Keterlambatan pemberangkatan sekitar tiga jam, dan bahkan satu hari," ucapnya.
Imbas keterlambatan keberangkatan tentunya berdampak pada jamaah haji, yang rela menunggu lama di asrama. Selain itu, selama jamaah haji menunggu di asrama membuat konsumsi yang dikeluarkan panitia haji bertambah. Lantaran, jamaah haji hanya dijadwalkan menginap beberapa hari saja.
Akibat kejadian itu, pihak maskapai penerbangan mendapatkan semprotan keras dari Dirjen PHU Kemenag. Maskapai langsung menerima kritik tersebut dan menjanjikan penyelenggaraan haji yang terjadwal. Penyediaan konsumsi yang membengkak juga telah diselesaikan dengan ditanggung pihak maskapai. "Evaluasi juga terjadi pada penyediaan transportasi dari embarkasi ke bandara," tuturnya.
Mulyono menyampaikan, kendala pemberangkatan juga terjadi akibat bus pengumpan mengalami mogok. Bus yang mengantarkan jamaah menuju bandara, mengalami mogok. Hal ini terjadi akibat bus pengumpan tergolong tua, sehingga mengalami mogok. Evaluasi ini telah menjadi masukan bagi penyedia bus pengumpan. Dengan menggantikan bus mogok dengan armada baru
Sementara itu, Sri Hidayati jamaah haji asal Kapanewon Pengasih, membenarkan perihal evaluasi penyelenggaraan haji. Selain, evaluasi saat proses pemberangkatan, dirinya juga mendapati adanya kendala penggunaan bus di Tanah Suci. Yang mana antara tempat ibadah menuju tempat parkir cukup jauh. Yang mana jamaah haji harus berdesakan berjalan apabila hendak menuju bus. "Itu malah menjadi tantangan untuk meningkatkan kesabaran," ucap Sri.
Sri menjelaskan, endati sempat mengalami kendala, dirinya tetap menganggap kendala sebagai hal lumrah. Terlebih ibadah haji berorientasi meningkatkan ketaqwaan dan kesabaran. Sehingga dirinya tak banyak mempermasalahkan terhadap fasilitas yang ada. (gas)
Editor : Heru Pratomo