Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kulon Progo Ajak Kolaborasi Semua Stakeholder

Anom Bagaskoro • Sabtu, 27 April 2024 | 00:47 WIB
HKBN: Simulasi tanggap bencana digelar BPBD Kulon Progo ajak kolaborasi antar stakeholder di Kelurahan Karangwuni Kulon Progo Jumat (26/4).
HKBN: Simulasi tanggap bencana digelar BPBD Kulon Progo ajak kolaborasi antar stakeholder di Kelurahan Karangwuni Kulon Progo Jumat (26/4).

KULON PROGO - Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional (HKBN) selalu diperingati pada 26 April. Dalam momentum HKBN ini, BPBD Kulon Progo mengajak seluruh stakeholder untuk berkolaborasi.

Kolaborasi antar stakeholder sangat dipentingkan dalam kesiapsiagaan bencana.

Ini mengingat situasi saat bencana membutuhkan usaha lebih banyak dan keterlibatan semua orang sangat penting.

"Kolaborasi stakeholder sangat penting, dan itu sudah pasti terjadi," ucap Kepala Pelaksana BPBD Kulon Progo Taufik Prihadi, saat ditemui Radar Jogja, usai peringatan HKBN di Kalurahan Karangwuni, Jumat (26/4).

Saat terjadinya bencana di suatu daerah, TUfik menjelaskan, peran stakeholder harus sinkron dalam penanganan.

Ia mencontohkan, apabila terjadi bencana maka warga perlu melakukan evakuasi mandiri.

Dilanjutkan pihak kalurahan melakukan pengkondisian secara cepat.

Sedangkan BPBD melakukan evakuasi dan kegiatan tanggap darurat lainnya.

Adanya kolaborasi antar stakeholder juga meliputi kolaborasi antar dinas, peran pemkab, dan pemprov.

Hal ini, diupayakan agar selama terjadinya suatu bencana dapat terkondisi dengan baik.

"Kolaborasi stakeholder harus terus ditingkatkan dengan berbagai macam pelatihan," ucap Taufik.

Dalam mensinegikan stakeholder untuk tanggap darurat, pihaknya selalu mengadakan berbagai kegiatan dengan mengajak stakeholder berlatar belakang lintas sektor.

Keikutsertaan stakeholder lintas sektoral dalam kegiatan tangga bencana diperlukan agar lebih familiar dengan tanggap bencana.

Pelatihan tak hanya dalam upaya mensinergikan antar pemangku kebijakan.

Namun, juga berupaya untuk meningkatkan kapasitas dalam tanggap bencana.

Sehingga saat bencana terjadi setiap pihak dapat memahami setiap tindakannya.

"Dalam rangka HKBN ini, kami menyelenggarakan beberpa kegiatan tentunya untuk kesiapsiagaan bencana," ucapnya.

Kegiatan dalam rangka HKBN yang dilakukan BPBD Kulon Progo dilakukan di Balai Kalurahan Karangwuni.

Terdapat beberapa agenda. Antara lain, pelatihan evakuasi, peningkatan kapasitas, dan simulasi buka tutup portal underpass YIA.

Lokasi Karangwuni dipilih mengingat daerah tersebut merupakan wilayah rawan gempa dan tsunami.

Sehingga pelatihan dapat meningkatkan kapasitas dalam kesiapsiagaan bencana.

Dalam pelatihan, stakeholder dilibatakan. Baik dari unsur pemprov, pemkab, dinas, pemkal, maupun masyarakat.

Sementara itu, Lurah Karangwuni Anwar Musadad menjelaskan, pihaknya memberikan apresiasi dengan adanya kegiatan pelatihan.

Kegiatan pelatihan menurutnya sangat diperlukan di wilayahnya. Mengingat potensi bencana yang bisa saja terjadi.

"Di wilayah kami potensi bencana banyak, diantaranya tsunami, gempa, angin kencang dan banjir," ucap Anwar.

Anwar menjelaskan, kegiatan yang diikuti masyarakat Karangwuni akan sangat bermanfaat kedepannya.

Masyarakat diajak untuk memiliki kesadaran mengenai potensi bencana.

Terlebih adanya pelatihan, memperkuat pemahaman tindakan selama bencana terjadi. (cr7)

Editor : Amin Surachmad
#kolaborasi #Kulon Progo #Bencana #hkbn #BPBD