RADAR JOGJA - Target perolehan kursi legislatif di tingkat DPDR kabupaten tidak bisa dipenuhi oleh beberapa partai. Seperti PDIP dan PKB Kulon Progo.
Berdasarkan perhitungan yang dilakukan oleh DPC PDIP Kulon Progo, jumlah yang didapat PDIP pada Pemilu 2024 adalah 13 kursi. "Untuk DPRD Kabupaten, PDIP memperoleh 13 kursi," ucap Ketua DPC PDIP Kulon Progo Fajar Gegana saat dihubungi Radar Jogja kemarin (28/2).
Fajar mengungkapkan, jumlah tersebut mengalami kenaikan dari 2019 yang hanya mendapat 12 kursi. Kendati ada tambahan kursi, Fajar mengaku, hasil tersebut tak sesuai target 20 kursi untuk Pemilu 2024.
"Kami menggunakan sistem zonasi, namun belum sesuai target yang ditetapkan," sesalnya.
Dia menjelaskan, terdapat dua caleg incumbent yang gagal mendapat kursi DPRD. Menurut Fajar, kegagalan calegnya hanya karena faktor ketidakberuntungan. Melihat dari sudut perolehan suara yang didapat mengalami kenaikan. "Dari suara partai ada kenaikan, jadi caleg yang gagal hanya tidak beruntung saja," tutur Fajar.
Beberapa daftar caleg asal PDIP yang berhasil mengamankan kursi DPRD Kulon Progo, lanjutnya, adalah Aris Syarifuddin, Edi Priyono, Canggih Pulung Prabandaru, dan Puspitasari Apriyani untuk dapil 1. Sedangkan dapil 2, ada Ida Ristanti, Pancar Topo Driyo, dan Rizal Adiyatma. Dapil 3 akan diduduki oleh Keksi Wuryaningsih dan Dewi Nugraheni. Sedangkan dapil 4 Yuliantoro dan Dwi Nugroho. Serta Tukijan dan Mujiharsa untuk dapil 5.
Menurut Fajar, evaluasi atas ketidaksesuaian target telah dilakukan di internal DPC. Khususnya terkait pemetaan sebagai bagian sistem zonasi yang dikembangkan PDIP. Tak hanya itu, pihaknya juga akan menyeleksi dan mempersiapkan caleg yang siap bertarung dalam kontestasi politik. Selain caleg yang berani bertempur, dia juga akan mempersiapkan caleg yang memiliki kedekatan dengan masyarakat.
"Di Kulon Progo, kami masih bersyukur mendapatkan 13 kursi di tengah gempuran penguasa," lontar Fajar.
Sementara itu, Sekretaris DPC PKB Kulon Progo Nara Zikria menyebut, partainya hanya mendapat lima kursi dari tujuh target yang ditetapkan. Lima kursi PKB tersebar di lima dapil Kulon Progo. Dengan tiga caleg incumbent dan dua lainnya merupakan pendatang baru. "Kami punya dua target, yaitu target kursi dan target suara," ucapnya.
Untuk suara, lanjut Nara, perolehan PKB Kulon Progo melebihi target. Yakni mencapai 38.000 suara, melebihi 4.000 suara yang ditargetkan.
Menurut Nara, hasil perolehan kursi dipengaruhi oleh peta politik di Kulon Progo. Adanya partai politik baru juga mengubah peta politik yang sebelumnya disimulasikan oleh DPC PKB. Selain itu, tumbuhnya kembali PPP di Kulon Progo juga menjadi faktor penentu.
"Cukup kompleks faktornya, terutama tumbuhnya kembali pengaruh PPP yang terbukti mendapatkan dua kursi," ucap Nara. (cr7/eno)
Editor : Sevtia Eka Novarita