Namun, di Kulon Progo jumlah lowongan kerja (loker) untuk lulusan sarjana tergolong banyak.
"Kalau di Januari kemarin total loker untuk sarjana strata 1 sebanyak 96 loker," ucap Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Kulon Progo Nur Wahyudi, saat dihubungi Radar Jogja, Minggu (25/2).
Wahyudi menjelaskan, loker tersebut terbilang banyak. Apabila melihat jumlah lulusan S1 di Kulon Progo yang tak terlalu banyak dibanding lulusan SMA/SMK.
Data awal tahun ini, menunjukkan terdapat 35 lulusan baru sarjana yang mencari pekerjaan. Namun, hanya 3 yang mengikuti seleksi kerja dan lulus diterima kerja.
"SMA lebih banyak, dari data kami terdapat 222 lulusan baru SMA sederajat, sedangkan lokernya sejumlah 397 loker," ucap Wahyudi.
Wahyudi juga menarik data di tahun 2023 dimana fenomena seperti ini juga terjadi.
Pada tahun 2023, terdapat 8.813 lowongan, sedangkan pencari kerjanya 4.268 orang.
Namun yang diterima dalam pekerjaan hanya sekitar 3.458 pelamar.
Sementara itu, Pengantar Kerja Disnakertrans Kulon Progo Esti menjelaskan, fenomena tersebut bisa terjadi karena dua hal.
Yaitu kriteria loker yang tak sesuai dengan pelamar dan pelamar yang pilih-pilih. Menurutnya, kedua hal tersebut menjadi faktor utama.
"Sebenarnya banyak alasannya, namun yang paling dominan adalah kedua hal tersebut," ucap Esti.
Esti menjelaskan, banyak lowongan kerja yang mencantumkan pengalaman bekerja.
Sehingga banyak lulusan sarjana freshgraduate kesulitan mendaftar. Kebanyakan perusahaan memang mencari orang berpengalaman di bidang tertentu.
Namun disisi lain, banyak juga perusahaan yang memang menerima fresh graduate.
Esti menjelaskan beberapa perusahaan plat merah seperti PT. PNM mencari lulusan baru. Sehingga freshgraduate dapat mendaftar.
"Memang seharusnya mahasiswa melakukan magang, nanti sertifikat magang bisa dijadikan nilai plus saat melamar kerja," ucap Esti.
Esti menuturkan, apabila mahasiswa ingin segera mendapat pekerjaan usai lulus, sebaiknya memanfaatkan program magang.
Menurutnya program MBKM akan mempermudah lulusan baru mencari pekerjaan.
"Apabila masih tidak memungkinkan, bisa mengikuti program pelatihan kerja dari BLK Kulon Progo," ucap Esti.
Editor : Bahana.