Korban bernama Sunaryoto, 49, asal Kabupaten Purworejo. Ia menabrak Patung Gupolo yang berada di atas trotoar Jembatan Bantar.
"Kecelakaan tunggal terjadi sekitar pukul 08.15 WIB," Kasihumas Polres Kulonprogo AKP Triatmi Noviartuti, Senin (19/2).
Baca Juga: MTs Negeri 5 Kebumen Rawat Tradisi Lewat Tari CepetanSunaryoto mengendarai sepeda motor Yamaha Mio AA 2494 TV. Korban melaju dari arah Wates ke arah Sedayu.
Namun, sesampai tikungan menurun, ia kehilangan kendali dan menabrak Patung Gupala. Kemudian korban langsung terjatuh terkapar di jalan raya.
"Korban dinyatakan meninggal dunia di TKP, dengan cedera kepala berat," ucap Novi.
Baca Juga: Lima TPS di Bantul Berpotensi Coblosan Ulang KPPS Beri Surat Suara Tak Sesuai PeruntukanKerugian material atas kejadian itu fiperkirakan sebesar Rp 500 ribu.
Motor korban rusak dengan slebor depan pecah, tebeng samping kiri lecet, dan spion kanan lepas.
Sementara itu, saksi mata Sumartisi yang melihat kecelakaan, mengungkapkan keadaan jalan saat kejadian lumayan sepi.
Baca Juga: BMKG Beberkan Penyebab Cuaca Terasa Gerah di Yogyakarta Beberapa Hari Terakhir, Ternyata Karena Ini!
Dumartisi yang saat kejadian sedang menyapu depan rumahnya mengaku kaget dengan kejadian itu.
"Saat tabrakan terdengar suara benturan, namun tidak keras," ucap Sumartisi, usai evakuasi korban.
Sumartisi menjelaskan, dirinya sempat melihat korban mengendarai motor dengan kecepatan sedang.
Tiba-tiba saat kondisi jalan menurun dan berbelok, korban oleng ke kiri menabrak trotoar jalan, dan kemudian kepala korban menghantam Patung Gupolo.
"Tidak tahu kejadian pastinya, karena pandangan saya tertutup pohon, saya hanya melihat tas korban terlempar menjauhi korban," ucapnya.
Ia kemudian mengecek TKP dan melihat korban terkapar tengkurap, dengan bersimbah darah. Korban ditemukan dengan tanpa helm.
Menurut Sumartisi, sebelumnya ia melihat korban menggunakan helm.
"Helm yang dikenakan korban terpental menjauh, sekitar 10 meter dari jatuhnya korban," tuturnya.
Warga yang melihat kejadian itu langsung menelfon ambulans. Saat ambulans sampai di lokasi, korban sudah dalam keadaan tak bernyawa.
Korban kemudian dibawa ke RS Nyi Ageng Serang, Kapanewon Sentolo.
Baca Juga: Penyelenggaraan Pemungutan Suara Lanjutan di DIY Dilaksanakan Tanggal 24 Februari 2024, Masih Proses Pengkajian agar Sesuai Asas KerahasiaanSumartisi menduga korban mengantuk dalam kondisi berkendara. Hal ini melihat kecepatan berkendara korban yang tak terlalu cepat.
Ia menambahkan, kecelakaan di Jembatan Bantar sering terjadi. Bahkan terkadang 1 hari terdapat 3 kecelakaan.
Menurutnya, sebelum kejadian hari ini, terdapat kecelakaan yang dialami oleh pelajar dengan luka ringan akibat menabrak pembatas jalan. (cr7)