KULON PROGO - Momentum Pemilu 2024 tak hanya ditunggu-tunggu sebagai wadah demokrasi. Namun, juga sebagai wadah kreativitas bagi KPPS dan masyarakat untuk menyambut pesta demokrasi dengan meriah.
Setidaknya, seperti yang dilakukan di TPS 8 dan 14 Kalurahan Hargotirto, Kokap, Kulon Progo.
"Kami mengangkat konsep tarub dalam pernikahan atau hajatan untuk TPS 8," ucap KPPS 4 TPS 8 Nanik Kusrini, Rabu (14/2).
Tak hanya mengangkat konsep tarub, KPPS TPS 8 juga mengenakan baju adat. Bagi kaum adam mereka menggunakan pakaian surjan lengkap beserta jarik yang sudah diwiru.
Sementara, kaum hawa menggunakan kebaya lengkap. Petugas KPPS berseragam surjan dan kebaya dengan motif lurik.
"Menggunakan pakaian adat jawa supaya lebih totalitas," ucap Nanik Kusrini.
Nanik menjelaskan bahwa dekorasi pernikahan untuk TPS dibuat agar menarik pemilih untuk datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.
TPS 8 mengakomodasi 259 pemilih dari 3 RT di Padukuhan Teganing II dan Teganing III.
Selama persiapan dekorasi TPS, Nanik mengaku tidak banyak hal yang perlu dipersiapkan. Ia mengungkapkan bahwa bahan untuk dekorasi seperti janur kuning, puring, dan tanaman hias tidak membutuhkan tenaga ekstra.
KPPS dibantu warga sekitar menghiasi TPS dengan anyaman untuk gapura.
"Gapura masuk kami buat semirip mungkin dengan tarub pernikahan, dan ada juga kelapa gading untuk menambah kesan pernikahan," ucap Nanik.
Sementara itu, Andi Mantok, salah seorang pemilih, mengungkapkan apresiasinya terhadap dekorasi TPS. Ia mengaku konsep pernikahan menjadikan TPS lebih mudah diterima masyarakat.
"TPS nya tidak membosankan, dan ini salah satu bentuk pelestarian budaya," ucap Andi.
Andi mengungkapkan bahwa ini pertama kalinya ia melakukan pemungutan suara dengan TPS ala pernikahan.
Ia berharap kedepannya TPS juga dibangun dengan konsep lain agar lebih menarik warga untuk melakukan pencoblosan. (cr7)
Editor : Amin Surachmad