RADAR JOGJA - Sejumlah wilayah di Kulon Progo, seperti Kapanewon Samigaluh, Kokap, dan Girimulyo mengalami listrik padam selama beberapa hari ini. Beberapa wilayah di Girimulyo bahkan mengalami itu sejak Rabu malam, (17/1)."Ya, sempat beberapa kali hidup, lalu padam kembali," ucap Carik Purwosari Khoriyah, Minggu (21/1).
Khoriyah mengungkapkan 10 padukuhan di Kalurahan Purwosari mengalami listrik padam akibat robohnya beberapa pohon. Beberapa titik pohon roboh diakibatkan angin kencang. Menurut Khoriyah PLN sering melakukan perbaikan, ketika ada laporan pohon roboh. Namun, setelah diperbaiki terkadang pohon roboh terjadi di titik lainnya. Sehingga membuat sambungan listrik terputus kembali.
Di Kalurahan Purwosari, kegiatan pelayanan juga mengalami gangguan. Pihak kalurahan terpaksa menggunakan genset. Warga juga mengeluh akibat sambungan listrik terputus. Tak hanya berkaitan dengan perangkat yang membutuhkan listrik. Sinyal handphone juga terganggu.
Manajer PLN ULP Wates Zakki Mubarroq membenarkan adanya gangguan jaringan listrik ini. Menurutnya, gangguan diakibatkan oleh angin besar. Setiap titiknya selalu bergantian dalam satu daerah, sehingga penanganannya tak kunjung tuntas."Bukan pemadaman, melainkan gangguan jaringan listrik," ucap Zakki.
Zakki mengungkapkan,pemadaman dilakukan PLN secara sengaja, biasanya karena adanya perawatan jaringan listrik. Faktor geografis perbukitan di wilayah Kulon Progo juga menjadi faktor banyaknya pohon tumbang yang menimpa jaringan listrik. Bahkan dahan pohon kecil yang jatuh menimpa jaringan bisa mengganggu jaringan."Selama beberapa hari ini, ada 20 titik yang mengalami gangguan yang tersebar di seluruh Kulon Progo," ucap Zakki.
PLN Wates berupaya memperbaiki jaringan listrik dengan menabah tim perbaikan, sebanyak lima tim. Harapannya setelah penambahan tim dilakukan, akan memudahkan dan mempercepat penyelesaian gangguan jaringan."Untuk gangguan listrik, masyarakat bisa langsung menghubungi PLN," ucapnya.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Kulon Progo selama tiga hari ini mengungkapkan terdapat 53 kasus longsor dan pohon tumbang. Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kulon Progo Taufik Prihadi menjelaskan, sebagian besar merupakan kejadian yang sulit ditangani oleh masyarakat. Peran BPBD dibutuhkan karena penanganannya membutuhkan alat berat. Dia mencontohkan dua kasus longsor yang terjadi di Kapanewon Girimulyo dan Kokap, Minggu (21/1).(cr7/din)
Editor : Satria Pradika