RADAR JOGJA - Gagalnya lelang Gerbang Samudra Raksa (GSR) di Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo mendapat perhatian serius dari pemkab Kulon Progo. Tim khusus ditunjuk untuk mengkaji gagalnya GSR yang merupakan merupakan hibah Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dengan dana miliaran ini.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kulon Progo Triyono mengatakan pihaknya sudah menurunkan tim kajian, dan Pemkab kini masih menunggu hasil kajian dan evaluasi dari tim tersebut.
Dijelaskan, tim tersebut mengkaji penyebab gagalnya lelang. Apakah harga yang ditetapkan terlalu tinggi atau karena kondisi GSR yang saat ini terbengkalai membuat investor tidak berminat. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar pengambilan keputusan selanjutnya.
Menurutnya, skema bagi hasil sebetulnya memungkinkan digunakan. Namun BUMD Aneka Usaha tetap menyatakan belum sanggup untuk mengelola GSR. Pendaftaran lelang GSR sudah berlangsung 6-7 Juli 2023 lalu, kemudian diperpanjang hingga 18 Agustus 2023. Namun tetap saja sepi peminat, hingga pendaftaran ditutup.
Penjabat Bupati Kulon Progo Ni Made Dwipanti Indrayanti menambahkan, sepinya peminat kuat dugaan karena nilai sewa terlalu tinggi, yakni mencapai Rp 609 juta per tahun.Masa sewa 5 tahun dan setiap tahunnya akan ada kenaikan dari biaya sewa.
Ditegaskan, besar potensi yang ada, Ni Made menginginkan GSR tetap bisa dikelola dengan baik kedepannya. "Sebab aset tersebut merupakan salah satu potensi yang dimiliki Kulon Progo," ucapnya. (tom)