Ketua Kelompok Berkah Jamur Lendah, Sumarjono mengatakan, permintaan jamur merang untuk kebutuhan konsumsi sangat tinggi. Bahkan tak jarang pihaknya belum mampu permintaan pasar.
Ketidak mampuan pihaknya untuk memenuhi permintaan pasar, karena jumlah kumbung atau rumah budidaya jamur yang masih minim. Disampaikan bahwa Kelompok Berkah Jamur baru memiliki sepuluh kumbung. "Idealnya untuk mencukupi permintaan pasar setiap harinya, satu kelompok setidaknya harus memiliki 30 kumbung," ujarnya, Senin (22/3).
Untuk upaya pengembangan, Sumarjono menyatakan, pihaknya masih terkendala modal dalam pembuatan kumbung tersebut. Sebab untuk membuat satu kumbung dibutuhkan modal yang tidak sedikit. ”Butuh Rp 15 juta per unitnya,” jelasnya.
Dia berharap, kendala para pembudidaya jamur merang tersebut bisa mendapat perhatian. Yakni berupa pemberian bantuan modal untuk pembuatan kumbung dari pemerintah. "Kami berharap Pemkab Kulonprogo memberikan bantuan kepada kelompok kami," harapnya.
Ketua Komisi II DPRD Kulonprogo, Priyo Santoso berharap Kelompok Jamur Berkah tetap berusaha untuk mengembangkan budidaya jamur merang. Sehingga, budidaya jamur tersebut bisa menjadi sumber pendapatan masyarakat. Terlebih produksi jamur merang terbilang memiliki pangsa pasar yang luas.
Terkait dengan kendala yang dihadapi para pembudidaya, dia berjanji akan menyampaikan kendala yang dialami para pembudidaya kepada instansi terkait. ”Budi daya jamur merang ini pangsa pasarnya sangat luas. Kami akan dorong instansi-instansi di Pemkab Kulonprogo agar dapat berkolaborasi mengembangkan rintisan budi daya jamur merang di Kasihan II,” ungkapnya. (inu/bah)
Editor : Editor Content