Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lagi, Penyu Hijau Membusuk di Pantai

Editor News • Jumat, 23 Agustus 2019 | 17:19 WIB
DUH MATI LAGI: Penyu hijau ditemukan mati di Pantai Karangwuni, Kecamatan Wates, Kulonprogo, Kamis  (22/8). (HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
DUH MATI LAGI: Penyu hijau ditemukan mati di Pantai Karangwuni, Kecamatan Wates, Kulonprogo, Kamis (22/8). (HENDRI UTOMO/RADAR JOGJA)
KULONPROGO - Kasus kematian penyu kembali terjadi di Kulonprogo. Kali ini jenis penyu hijau ditemukan membusuk di pesisir Desa Karangwuni, Kecamatan Wates (22/8).

Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa (SRI) Wilayah V Kulonprogo Aris Widiatmoko mengatakan pihaknya telah mengondisikan penemuan bangkai penyu hijau tersebut.

"Penyu tersebut ditemukan warga. Dan sudah dikubur. Penemuan penyu mati di pesisir Pantai Karangwuni jarang terjadi. Pernah terjadi, namun puluhan tahun silam," katanya.

Kepala Bidang Pemberdayaan Nelayan Kecil, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kulonprogo Sugiharto menjelaskan bangkai penyu dikubur 50 meter dari lokasi penemuan. Berat penyu 100 kilogram. Berdiamater 50 sentimeter. Panjang 100 sentimeter. Bagian atas mengelupas.

"Kuburan penyu ditandai pelepah kelapa. Untuk mengantisipasi pihak terkait yang ingin mengambil sampel. Kami sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIJ untuk menyelidiki penyebab kematian penyu," jelasnya.

Penemuan tersebut menambah daftar kasus penemuan penyu mati di Kulonprogo. Sebelumnya penyu belimbing ditemukan membusuk di Pantai Imongrenggo (14/8). Juga ditemukan di Muara Sungai Bogowonto (4/8). Pada Senin (12/8) ditemukan di Pantai Congot.

Dokter Hewan BKSDA DIJ Yunitita Sari menyatakan kasus kematian penyu bisa disebabkan sejumlah faktor. Bisa faktor usia, penyakit, atau pengaruh cuaca yang tidak bersahabat. Bisa juga faktor manusia, seperti perburuan dan juga buruknya habitat penyu hidup akibat sampah. (tom/iwa/rg) Editor : Editor News
#penyu mati