Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Jalur KA Bandara Perlu Izin Penetapan Lokasi

Administrator • Senin, 11 April 2016 | 20:17 WIB
Photo
Photo
KULONPROGO - Pembangunan jalur kereta api menuju bandara di Temon membutuhkan Izin Penetapan Lokasi (IPL) tersendiri. Hal itu diperlukan karena lahan yang dibutuhkan cukup luas kurang lebih sekitar 5 hektare.

Project Manager Kantor Proyek Pembangunan Bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) PT Angkasa Pura I, Sujiastono, mengungkapkan, kereta api sebagai transportasi pendukung bandara memang harus terintegrasi.

"Terkait percepatan pembangunan bandara, IPL jalur kereta api juga harus segera diterbitkan. Kabar terakhir masih menunggu persetujuan Dirjen Perkeretaapian," ungkap Sujiastono.

Sembari menunggu IPL, saat ini terus dilakukan penyusunan trase jalan dan gambar rencana pembangunan. Diperkirakan, sejumlah area di Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) nantinya akan masuk dalam IPL tersebut.

"Kalau masterplan bandara NYIA sudah diserahkan ke pihak-pihak terkait. Namun sebatas tata ruang di luar bandara," katanya.

Sujiastono mengatakan stasiun Kedundang menjadi satu-satunya pilihan stasiun penghubung. Stasiun ini dipilih karena titiknya paling dekat dengan NYIA.

"Namun itu tadi, kami masih menjalin komunikasi lebih lanjut antara PT Angkasa Pura I dan PT KAI," tegasnya.

Sebelumnya, Executif Vice President (EVP) Daerah Operasional (DAOP) VI Hendy Helmy menyebutkan, nantinya dari stasiun Kedundang akan dibuatkan trek menuju bandara sebagai alternatif transportasi yang terintegrasi.

"Stasiun Kedundang merupakan stasiun non-aktif, mudah untuk dihidupkan kembali selama pemetaan jalurnya jelas. Tinggal kami pasang wesel dan berbagai perlengkapan lain, beres," kata Hendy.

Pemasangan rel hanya membutuhkan sekitar enam bulan. Sebab jaraknya tidak terlalu jauh, hanya berkisar 4 kilometer.

"Pemasangan rel pasti lebih cepat selesai daripada pembangunan bandara. Kereta yang akan digunakan yakni kereta api listrik (KRL), untuk mengantisipasi frekuensi penumpang yang tinggi baik menuju dan dari bandara," ujarnya. (tom/iwa/ong) Editor : Administrator
#Bandara #jalur kereta api #Kulonprogo