MEDAN - Berkunjung ke Kota Medan rasanya belum lengkap tanpa mencicipi Bika Ambon. Kue berwarna kuning keemasan dengan tekstur berongga ini telah lama dikenal sebagai salah satu oleh-oleh khas yang banyak diburu wisatawan.
Meski membawa nama “Ambon”, Bika Ambon justru berkembang dan populer di Kota Medan. Hingga kini, asal-usul nama tersebut memiliki beberapa versi. Salah satu cerita yang banyak dikenal menyebutkan kue ini dahulu populer di kawasan Jalan Ambon, Medan.
Keunikan Bika Ambon tidak hanya terletak pada namanya. Bagian dalam kue memiliki rongga-rongga seperti sarang yang menjadi ciri khasnya. Tekstur tersebut dihasilkan melalui proses fermentasi dalam pembuatan adonan.
Bahan yang digunakan antara lain tepung tapioka, telur, gula, dan santan. Aroma khasnya juga menjadi daya tarik tersendiri, sementara rasa manis dan teksturnya yang kenyal membuat kue ini mudah dikenali.
Baca Juga: Mengapa Bika Ambon Berasal dari Medan? Menyelami Asal Usul dan Keunikan Kue Tradisional
Bika Ambon kemudian berkembang dengan berbagai varian rasa. Selain rasa original, sejumlah penjual menawarkan pilihan seperti pandan, keju, cokelat, durian, hingga moka.
Perkembangan tersebut membuat Bika Ambon tetap menarik bagi pembeli dari berbagai kalangan.
Di Medan, kawasan Jalan Mojopahit dikenal sebagai salah satu lokasi yang banyak menjual Bika Ambon. Salah satu gerai yang dikenal luas adalah Bika Ambon Zulaikha 03. Selain itu, wisatawan juga dapat menemukan sejumlah penjual lain di kawasan Petisah dan sekitarnya.
Popularitas Bika Ambon tidak hanya berasal dari rasanya, tetapi juga dari posisinya sebagai bagian dari pengalaman wisata di Medan. Banyak orang membawanya pulang sebagai buah tangan setelah berkunjung ke Sumatera Utara.
Dengan tekstur berongga, aroma khas, dan sejarah penamaan yang menarik, Bika Ambon menjadi salah satu kuliner yang melekat dengan identitas Kota Medan. Kue ini membuktikan bahwa sebuah makanan tradisional tidak hanya menawarkan rasa, tetapi juga menyimpan cerita tentang perjalanan sebuah kota. (Frencia Keliat)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber