Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Cimpa, Makanan Khas Karo yang Selalu Hadir Saat Kerja Tahun

F
Penulis: Frencia Keliat❯
Cimpa, makanan khas Karo yang disajikan dalam perayaan Kerja Tahun Desa Sukamandi, Sabtu-Minggu (17-18/7/2026). (https://vt.tiktok.com/ZSqBAKduM/)
Cimpa, makanan khas Karo yang disajikan dalam perayaan Kerja Tahun Desa Sukamandi, Sabtu-Minggu (17-18/7/2026). (https://vt.tiktok.com/ZSqBAKduM/)

Advertisement

 KARO - Cimpa menjadi salah satu kudapan tradisional yang lekat dengan kehidupan masyarakat Karo. Makanan yang dibuat secara sederhana ini tidak hanya hadir ketika masyarakat menggelar pesta adat atau Kerja Tahun, tetapi juga sering dibuat dan dinikmati dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, keberadaan cimpa terasa berbeda ketika Kerja Tahun berlangsung. Makanan ini hampir selalu disiapkan sebagai salah satu sajian untuk keluarga dan tamu yang datang berkunjung. Kehadirannya menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat Karo dalam memeriahkan pesta tahunan.

Hal tersebut terlihat dalam pelaksanaan Kerja Tahun di Desa Sukamandi, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang berlangsung pada Sabtu-Minggu, 17-18/Juli/ 2026. Di tengah berbagai kegiatan dan pertemuan keluarga, cimpa menjadi salah satu makanan tradisional yang turut disajikan.

Advertisement

Cimpa dibuat menggunakan bahan-bahan yang sederhana dan mudah ditemukan. Bahan yang digunakan antara lain kelapa setengah tua, gula merah, daun pandan, air, merica hitam, dan garam. Daun pisang digunakan sebagai pembungkus sebelum cimpa dimasak.

Proses pembuatan cimpa juga menjadi bagian dari kebersamaan. Bahan-bahan yang telah disiapkan diolah dan kemudian dibungkus menggunakan daun pisang. Kegiatan tersebut dapat dilakukan bersama anggota keluarga sehingga proses membuat makanan sekaligus menjadi kesempatan untuk berkumpul dan berbagi cerita.

Advertisement

Bagi masyarakat Karo, cimpa memiliki kedekatan dengan berbagai kesempatan berkumpul. Makanan ini dapat disajikan sebagai kudapan keluarga tanpa harus menunggu adanya pesta tahunan. Namun, saat Kerja Tahun berlangsung, jumlah cimpa yang dibuat biasanya lebih banyak karena makanan tersebut juga disiapkan untuk menjamu keluarga dan kerabat yang datang.

Kerja Tahun sendiri menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat Karo untuk berkumpul. Keluarga dan kerabat yang berada di tempat berbeda dapat kembali bertemu dan menikmati berbagai sajian yang telah disiapkan. Dalam suasana tersebut, makanan tradisional seperti cimpa menjadi bagian yang melengkapi perayaan.

Cimpa juga menunjukkan bagaimana makanan dapat menjadi bagian dari pelestarian budaya. Pengetahuan mengenai bahan, cara membuat, hingga kebiasaan menyajikannya dapat diteruskan dari orang tua kepada anak-anak. Dengan demikian, tradisi kuliner tetap dikenal oleh generasi muda.

Di tengah perkembangan makanan modern, cimpa tetap bertahan di tengah masyarakat Karo. Makanan ini tidak hanya memiliki tempat dalam perayaan adat, tetapi juga tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari.

Saat Kerja Tahun tiba, cimpa kembali menjadi sajian yang mempertemukan keluarga dan tamu dalam satu meja. Sederhana dalam bahan dan pembuatannya, cimpa tetap memiliki arti sebagai bagian dari kebiasaan, kebersamaan, dan identitas kuliner masyarakat Karo.

Advertisement
Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
WhatsApp
Radar JogjaIkuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!


Artikel Terkait

Kerja Tahun Desa Sukamandi, Merawat Tradisi Karo Lewat Tari Lima Serangkai

Kerja Tahun Desa Sukamandi, Merawat Tradisi Karo Lewat Tari Lima Serangkai

Suasana kebersamaan dan nuansa budaya Karo terasa dalam pelaksanaan Kerja Tahun di Desa Sukamandi, Kecamatan Merek, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang digelar pada 17-18 Juli 2026.

Ratusan Orang Tua Korban Keracunan MBG Geruduk DPRD Karo, Tuntut Tanggung Jawab dan Kepastian Hukum 

Ratusan Orang Tua Korban Keracunan MBG Geruduk DPRD Karo, Tuntut Tanggung Jawab dan Kepastian Hukum 

Ratusan orang tua korban dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menggeruduk Gedung DPRD Karo, pada Senin (7/9/2026) pagi. Mereka menuntut pertanggungjawaban menyeluruh atas biaya pengobatan anak-anak mereka

Diduga Keracunan MBG, Wakil Ketua OSIS di Karo Kehilangan Ingatan

Diduga Keracunan MBG, Wakil Ketua OSIS di Karo Kehilangan Ingatan

Febiola Br Purba, 16 tahun, kini jadi perbincangan. Siswi SMK Swasta Bersama Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatra Utara ini diduga kehilangan ingatan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer