RADAR JOGJA - Siapa bilang Jogja cuma soal gudeg dan bakpia? Saat matahari Jogja sedang terik-teriknya di siang hari, tidak ada penawar yang lebih ampuh selain segelas es dawet.
Perpaduan cendol yang kenyal, gurihnya santan, dan manis legitnya gula jawa selalu berhasil membuat tenggorokan adem.
Bagi anda yang sedang jalan-jalan di Yogyakarta dan butuh kesegaran yang alami, berikut adalah lima rekomendasi es dawet legendaris yang punya cita rasa khas dan wajib masuk daftar kulineran anda.
Baca Juga: Usai Aksi Gejayan Memanggil, Tiyo Ardianto Eks Ketua BEM UGM Temukan Alat Pelacak Tertanam di Mobil
1. Es Dawet Mbah Hari
Kalau anda sedang berburu batik atau suvenir di Pasar Beringharjo, sempatkanlah melipir ke lapak Es Dawet Mbah Hari.
Kuliner ini termasuk salah satu yang sepuh di Jogja karena sudah setia melayani pelanggan sejak tahun 1960.
Yang membuat dawet di sini begitu istimewa adalah aroma wanginya.
Mbah Hari menggunakan santan yang dimasak matang sempurna, lalu dipadukan dengan kuah gula jawa yang diberi potongan nangka.
Begitu diseruput di tengah hari yang panas, perpaduan rasa gurih, manis, dan aroma nangkanya langsung bikin ketagihan.
Baca Juga: KPK Jadwalkan Periksa Fuad Hasan Masyhur Terkait Kasus Korupsi Kuota Haji
2. Depot Dawet Timoho
Bergeser sedikit ke area dekat kampus UIN Sunan Kalijaga, ada Depot Dawet Timoho yang sudah eksis sejak tahun 1996.
Tempat ini menjadi rujukan favorit, mulai dari mahasiswa hingga keluarga yang ingin melepas penat.
Daya tarik utamanya bukan cuma rasa dawetnya yang mantap, melainkan juga suasananya.
Depot ini terletak di bawah rindangnya pepohonan, membuat tempatnya terasa sejuk dan nyaman. Sangat cocok untuk duduk santai sambil menikmati segelas dawet dingin setelah lelah beraktivitas.
Baca Juga: Prediksi Skor Arab Saudi vs Uruguay Piala Dunia 2026 Selasa 16 Juni Kick Off 05.00 WIB
3. Es Dawet Pak Bah
Bagi pemburu kuliner di kawasan Conorowangsan, Es Dawet Pak Bah adalah destinasi yang tidak boleh dilewatkan.
Mulai berjualan sejak tahun 1999, warung es dawet ini tetap ramai dikunjungi oleh semua kalangan masyarakat hingga hari ini.
Ciri khas dari Es Dawet Pak Bah terletak pada kebaikan porsinya.
Gula jawa cair yang digunakan sangat menggugah selera, berpadu pas dengan dawetnya.
Istimewanya lagi, mereka memberikan potongan cincau yang melimpah ruah, sehingga tekstur dan kesegarannya berkali-kali lipat lebih terasa.
4. Es Dawet Ngundi Roso
Ingin mencoba sensasi dawet yang agak beda? Datanglah ke Es Dawet Ngundi Roso yang berlokasi di Jalan Solo-Jogja (dekat Kalasan).
Sudah buka sejak tahun 1990, tempat ini hampir tidak pernah sepi pengunjung.
Keunikan utama dawet di sini adalah penggunaan tape ketan sebagai pelengkap cendol dan kuah gula merahnya.
Rasa asam manis dari tape berpadu sempurna dengan gurihnya santan.
Menariknya lagi, di sini juga disediakan camilan tahu pong hangat sebagai teman minum es.
5. Es Dawet Kotagede
Terakhir, jika anda sedang berada di kawasan bersejarah Kotagede, mampirlah ke depan Pasar Legi.
Di sana ada penjual es dawet lokal yang terkenal dengan racikan gula jawanya yang asli dan murni tanpa pemanis buatan.
Es Dawet Kotagede ini menawarkan rasa klasik yang seimbang.
Rasa manisnya pas dan rasa gurih santannya sangat terasa di lidah.
Menikmati segelas dawet ini sambil memandang arsitektur lawas Kotagede akan memberikan pengalaman kulineran yang sangat berkesan.
Siapkan lini masa liburan anda dan pastikan tenggorokan dimanjakan oleh kesegaran dawet-dawet legendaris di atas saat berkunjung ke Jogja nanti.