Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Libur Waisak Bawa Berkah! Warung Makan Legendaris di Bantul Ini Kebanjiran Pengunjung

Cintia Yuliani • Selasa, 13 Mei 2025 | 20:21 WIB

Ramai: Suasana Warung Makan Legendaris Tongseng Ayam Sudimoro pada Selasa Pagi, (13/05)
Ramai: Suasana Warung Makan Legendaris Tongseng Ayam Sudimoro pada Selasa Pagi, (13/05)
BANTUL - Warung makan legendaris Tongseng Ayam Sudimoro, yang terletak di selatan Pasar Bantul, Bantul, mengalami lonjakan pengunjung hingga 40 persen selama libur Waisak tahun ini.

Banyak rombongan wisatawan dari berbagai daerah seperti Kendal, Madiun, Bojonegoro, hingga Purworejo memilih singgah untuk mencicipi kelezatan tongseng ayam jago racikan khas keluarga turun-temurun ini.

"Tadi ada satu rombongan bis dari Kendal, kalau kemarin dari Kabupaten Purworejo ada tiga mobil. Banyak banget yang datang, makanya stok ayam kami tambah," ujar pemilik warung generasi tiga Rismiyati , yang kini meneruskan usaha sejak tahun 2000.

Pembeli yang berkunjung ke warung Tongseng Ayam Sidomoro rata-rata mereka juga akan berkunjung ke Candi Ganjuran.

Maka dari itu, libur dalam rangka hari Waisak banyak wisatawan yang mampir ke warung tongseng ayam legendaris di Jogja ini.

Biasanya, warung ini hanya menyiapkan sekitar 20 ekor ayam jago per hari. Namun, khusus libur Waisak, mereka menambah stok hingga 30 ekor ayam per hari demi mengantisipasi lonjakan pengunjung.

"Ya jelas kita ada tambahan stok ayam dari rumah. Soalnya ayam jago itu nggak kayak ayam lehor, dimasaknya butuh waktu paling nggak dua jam. Kasihan kan kalau udah jauh-jauh datang terus nggak kebagian makan," tambahnya.

Pemilik warung mengaku bahwa resep tersebut berasal dari sang nenek, kemudian dimodifikasi sesuai selera dan pengalaman pribadinya yang sebelumnya memang pernah menempuh pendidikan SMK di jurusan tata boga.

"Dulu bapak saya yang bikin bumbu tiap hari, sekarang cukup buat seminggu sekali. Resep nenek saya modifikasi lagi, ada yang dikurangi, ada yang ditambahin," katanya.

Meski sudah banyak investor yang menawarkan kerja sama untuk membuka cabang, pemilik warung ini tetap teguh pada wasiat sang ayah.

“Bapak saya sebelum meninggal bilang jangan sampai tempat warung ini pindah di selatan pasar, jadi sampai sekarang warungnya tetap di sini,” ungkapnya.

Warung Tongseng Ayam Sudimoro bukan sekadar tempat makan, tapi juga bagian dari sejarah kuliner lokal.

Berdiri sejak tahun 1965 di trotoar, warung ini kini menjadi ikon kuliner yang diwariskan lintas generasi.

“Saya mulai pegang warung ini sejak tujuh Februari 2000. Dulu ibu meninggal tahun 1987, dilanjutkan oleh kakak saya, tapi karena anaknya sakit, saya yang teruskan. Mungkin nanti keponakan saya yang perempuan yang akan melanjutkan,” ujarnya.

Warung ini juga telah memiliki tempat pemotongan ayam sendiri. Makanan yang dijual juga sudah bersertifikat halal, sebagai bentuk komitmen menjaga kualitas dan kepercayaan pelanggan. (cr2)

Editor : Bahana.
#Yogyakarta #kuliner yogyakarta #Tongseng Ayam Sudimoro #libur waisak