KEBUMEN - Nasi penggel boleh jadi masuk dalam daftar kuliner khas Kebumen yang paling diburu para pemudik. Di beberapa titik, penjual nasi penggel tampak kerepotan melayani pembeli. Bahkan saking ramainya, penjual nasi penggel memberlakukan nomor antrean agar pembeli tidak saling berebut.
Sekitar pukul 08.00, kendaraan pelat luar daerah telihat sudah berjejer rapi di depan warung nasi penggel. Tampak petugas parkir juga ikut kewalahan karena tumpukan kendaraan yang datang silih berganti. Demikian pula dengan pramusaji yang terlihat repot melayani satu per satu permintaan pembeli.
Di warung nasi penggel Jalan Pemuda, Kebumen misalnya, para pemburu nasi penggel terlihat terus berdatangan sejak pagi. Rerata dari mereka yang datang merupakan rombongan satu keluarga. Saking larisnya, mereka rela antre lama demi mencicipi kuliner khas Kebumen ini.
Sebagian dari mereka mengaku datang karena penasaran dengan cita rasa nasi penggel. Beberapa orang lagi menyatakan ingin mencicipi nasi penggel sebagai obat pelepas rindu tanah kelahirannya.
"Baru pertama kali nyoba nasi penggel. Ternyata enak dan gurih. Apalagi pakai tempe mendoan. Nikmat ya," kata Burhanudin, seorang pemudik asal Gombong yangs sedang menikmati nasi penggel Minggu (5/4).
Meski baru pertama, dia mengaku cita rasa nasi penggel memberikan pengalaman dan kesan berharga. Apalagi keberadaan nasi penggel di wilayah Jakarta terbilang cukup sulit dicari. "Kami lama tidak pulang kampung. Tadi langsung diajak makan nasi penggel. Dan rasanya khas. Kalau lidah orang Jawa tidak kaget," ungkapnya.
Ya, libur Lebaran ini memang menjadi ladang rezeki tersendiri bagi penjual nasi penggel. Momentum ini tak dilewatkan untuk meraup cuan berkali lipat. Peningkatan omzet cukup signifikan mulai dirasakan sejak H+1 Lebaran. "Dari kemarin yang datang tumpuk. Supaya adil dibuat nomor antre sampai 60," kata penjual nasi penggel Darsono.
Dalam lima hari terakhir, dia menyediakan nyaris satu kwintal beras sebagai bahan baku nasi penggel. Padahal saat hari normal hanya berkisar 25 kilogram. Sedangkan tempe mendo sebagai pendamping atau lauk mampu menghabiskan 1.000 biji tempe.
"Di sini ada lima cabang, dari habis Lebaran ramai semua. Sampai tambah tenaga 10 orang," ungkapnya.
Nasi penggel memang sudah lama menjadi ikon kuliner khas Kebumen. Tak jarang kuliner ini menjadi menu sajian andalan dalam berbagai agenda penting daerah. Nasi penggel identik dengan bentuknya yang unik karena bulat menyerupai bola ping-pong.
Nasi penggel cukup menggoyang lidah karena disajikan dengan sayur daun singkong dan nangka. Di warung nasi penggel, biasanya terdapat banyak pilihan lauk seperti jeroan dan telur.
Namun yang paling khas dinikmati dengan tempe mendo hangat. Kuliner ini juga cocok untuk menu sarapan. Oleh karena itu, warung nasi penggel mayoritas hanya buka pukul 05.30-11.00. (laz)
Editor : Heru Pratomo