Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Kisah Gadis-Gadis di Jalan Raya Kutoarjo-Purworejo Berdandan bak Artis demi Jualan Es Dawet Ireng

Muhammad Hafied • Kamis, 6 Februari 2025 | 15:05 WIB

 

LARIS : Penjual es dawet ireng berparas ayu membuka kedai di pinggir Jalan Raya Kutoarjo-Purworejo.
LARIS : Penjual es dawet ireng berparas ayu membuka kedai di pinggir Jalan Raya Kutoarjo-Purworejo.
 

 

 

 

PURWOREJO - Sudah lima bulan terkahir Dewi Khumaira, 18, bertahan menjadi penjual es dawet ireng. Ia tak gengsi meski banyak cibiran datang. Gadis berparas ayu itu mengaku cukup kerasan berjualan es dawet. Hasil yang menjanjikan membuat dirinya enggan pergi merantau.

 

Bagi pengendara yang rutin melintasi Jalan Raya Kutoarjo-Purworejo mungkin tak asing dengan deretan kedai penjual es dawet ireng. Ya, tepat di dekat Kantor Dinas Perhubungan tampak berjejer penjual es dawet ireng yang cukup terkenal.

 Baca Juga: Tahan Imbang Tuan Rumah Persitema di Laga Pamungkas, Persak Kebumen Menuju Delapan Besar

Stand usaha minuman segar khas Purworejo itu sampai kini masih tetap eksis dan tak pernah sepi pembeli. Terlihat berbagai jenis kendaraan terparkir rapi di depan deretan lapak. Hampir setiap kedai ramai dengan pembeli yang datang.

 

Kondisi ini tak lepas dari penampilan para penjual yang cukup menarik perhatian. Mereka juga berdandan bak artis ibukota. Dari enam kedai es yang buka, rata-rata penjual terlihat masih gadis. 

 Baca Juga: Inilah Penampilan Justin Bieber Setelah Disebut akan Comeback Karena Butuh Uang

Tak terkecuali Dewi Khumaira. Ia memutuskan ikut berjualan es dawet pasca lulus sekolah. Bagi Dewi, berjualan es dawet ireng nyatanya cukup menjanjikan untuk se usianya. Hasilnya digunakan untuk membantu orang tua dan mencukupi kebutuhan sehari-hari. "Jauh-jauh merantau hasilnya sama. Mending di sini lumayan. Bisa dekat rumah juga," ungkapnya, Rabu (5/2).

 

Gadis berambut pirang itu terlihat rela berpanas-panasan di kedai demi menunggu pembeli yang datang. Aktivitas ini sudah ia lakoni selama lima bulan terakhir. Dalam sehari, ia mampu menjual setidaknya 100 gelas es dawet.

Omzet yang dihasilkan tidak kurang dari Rp 300 ribu. "Saya kerja ikut juragan. Pakai persenan. Dapat 25 persen dari hasil penjualan," jelasnya.

 

Ia mengaku, berjualan es memang bukan pilihan terbaik. Tapi setidaknya ia tidak merepotkan orang tua untuk mencukupi uang jajan. Dari hasil berjualan tersebut juga sedang ia kumpulkan untuk biaya meneruskan pendidikan. "Penjual di sini usia unda-undi (selisih) dengan saya. Tetap enjoy aja," ujarnya. (fid/pra)

 

 
Editor : Heru Pratomo
#kutoarjo #gadis berparas cantik #Merantau #Es Dawet Ireng #artis #pembeli #Purworejo