Penyakit ISPA Naik Capai 13 Ribu Kasus, Dinkes DIY Minta Masyarakat Waspada Ini!

Cintia Yuliani • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 20:49 WIB
MELINDUNGI DIRI: Pejalan kaki menggunakan payung untuk melindungi diri dari terik matahari saat melintas di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Jogja, kemarin (8/10/2026). GUNTUA AGA TIRTANA/RADAR JOGJA
MELINDUNGI DIRI: Pejalan kaki menggunakan payung untuk melindungi diri dari terik matahari saat melintas di kawasan Titik Nol Kilometer Kota Jogja, kemarin (8/10/2026). GUNTUA AGA TIRTANA/RADAR JOGJA

JOGJA – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) DIY meningkat di tengah musim kemarau. Pada minggu ke-38 tahun 2026 yang tercatat sebanyak 13.677 kasus. Jumlah ini naik 1.059 kasus dibandingkan dengan data minggu lalu berdasarkan sistem kewaspadaan dini dan respons (SKDR).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Gregorius Anung Trihadi mengatakan, meski begitu belum ditemukan kasus heatstroke di DIY. Namun terdapat kelompok pekerja yang berpotensi besar terkena kasus ini. Yakni pekerja yang terkena langsung paparan sinar matahari dalam waktu lama berisiko tinggi terkena heatstroke.

"Misalnya pekerja bangunan perumahan, jalan, petani, dan lainnya, gejalanya kulit terasa panas, pusing, mual, kehilangan kesadaran," katanya, Kamis (8/10/2026).

Baca Juga: Bor Sumur 100 Meter, Warga Tirtomoyo Tetap Krisis Air: Rela Rogoh Kocek Segini!

Upaya pencegahan penyakit heatstroke dengan cara menghindari beraktivitas di bawah sinar matahari langsung terlalu lama. Minum banyak air agar tubuh tetap terhidrasi. Gunakan pakaian yang longgar dan berwarna terang. Serta jika mulai merasa pusing atau lemas, segera cari tempat yang lebih sejuk

Dampak kenaikan kasus ISPA ini, masyarakat diminta melakukan pencegahan selama kondisi udara kering dan berdebu apalagi saat terjadi musim kemarau ini. Salah satunya memakai masker saat berada di tempat umum. Hindari kontak langsung dengan orang yang sedang flu atau batuk. Perbanyak asupan vitamin C untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

"Hindari juga paparan asap atau debu secara langsung, perbanyak minum air putih agar tidak dehidrasi," ujarnya.

Baca Juga: Kini Tak Butuh Petugas di Lapangan Urai Lalin, 62 APILL Berbasis ATCS di DIY Terpasang

Dia pun meminta masyarakat untuk waspada terhadap penyakit yang berkaitan dengan kondisi cuaca panas dan kering yang terjadi saat ini. Penyakit yang perlu diwaspadai yakni saluran pernapasan dan penyakit saluran pencernaan. Serta gangguan kesehatan akibat paparan panas atau heatstroke.

"Selain itu perlu dipastikan tubuh kita selalu terhidrasi dengan baik," tuturnya.

Pihaknya juga melakukan antisipasi potensi peningkatan penyakit selama kemarau yang berlangsung lebih panjang. Di antaranya edukasi kepada masyarakat agar tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Menggunakan masker dan alat pelindung panas jika bepergian.

Baca Juga: Di Balik Kostum Wayang, Ada Petugas yang Menjaga Malioboro Tetap Bebas dari Asap Rokok

Makan bergizi dan minum air putih yang cukup. Segera ke fasilitas kesehatan jika ada keluhan

"Serta meningkatkan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dalam mengantisipasi kenaikan kasus ISPA," tambahnya. (cin/wia)cintia

Editor : Winda Atika Ira Puspita
Kaus ISPA naik penyakit musim kemarau dinkes diy infeksi saluran pernapasan akut