BRIN Klaim Vape Picu Diabetes 100 Persen, Industri Minta Metodologi Dibuka

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 11:34 WIB
klaim hasil riset BRIN yang menyebut vape berisiko 100% picu diabetes dan 92% gangguan paru-paru memicu protes industri vape yang meminta metodologi penelitian dibuka. (Ilustrasi)
klaim hasil riset BRIN yang menyebut vape berisiko 100% picu diabetes dan 92% gangguan paru-paru memicu protes industri vape yang meminta metodologi penelitian dibuka. (Ilustrasi)

 RADAR JOGJA - Hasil riset Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) soal dampak vape terhadap kesehatan memicu polemik. Klaim bahwa vape berdampak 100 persen terhadap diabetes dan 92 persen pada paru-paru dipertanyakan pelaku industri yang meminta BRIN membuka data dan metode penelitian secara transparan.

Kepala BRIN Arif Satria sebelumnya menyampaikan temuan tersebut di Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Selasa (29/9). Ia menyebut riset dilakukan karena pengguna vape di Indonesia telah menembus lebih dari 4 juta orang dan dianggap sebagai ancaman kesehatan.

"Jadi vape itu menjadi salah satu ancaman karena saat ini pengguna vape sudah mencapai lebih dari 4 juta," ujar Arif.

Dalam paparannya, Arif menyebut dari total sampel observasi yang diteliti, seluruhnya mengalami dampak diabetes, sementara 92 persen mengalami gangguan paru-paru. Selain itu, pankreas juga disebut terdampak. Ia menegaskan dampak vape sangat serius.

"Jadi, memang dampaknya serius sekali vape itu," katanya.

BRIN juga menyoroti potensi penyalahgunaan vape yang rawan disusupi narkotika, sehingga perlu antisipasi bersama dengan BNN dan Kementerian Kesehatan.

Baca Juga: Jogja Jadi Titik Temu Seniman 3 Negara, Warisan Budaya Asia Tenggara Naik Panggung

Klaim tersebut langsung mendapat respons dari tiga asosiasi industri vape, yakni Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI), Perkumpulan Pengusaha E-Liquid Indonesia (PPEI), dan Asosiasi Ritel Vape Indonesia (Arvindo). Mereka tidak menolak adanya risiko kesehatan dari vape, namun menilai angka 100 persen dan 92 persen perlu penjelasan ilmiah yang utuh agar tidak menimbulkan persepsi keliru di publik seolah semua pengguna pasti mengalami dampak tersebut.

Industri mempertanyakan sejumlah aspek krusial dari penelitian itu, mulai dari berapa jumlah dan karakteristik sampel yang digunakan, berapa lama durasi penggunaan vape pada responden, parameter kesehatan apa yang diukur, hingga bagaimana korelasi antara penggunaan vape dengan diabetes dan gangguan paru-paru ditetapkan.

Mereka juga menyebut pemberitaan soal riset tersebut telah berdampak langsung pada bisnis. Arvindo mengklaim omzet sejumlah peritel turun sekitar 20-30 persen setelah informasi risiko kesehatan itu ramai diberitakan.

Oleh karena itu, asosiasi meminta BRIN membuka hasil penelitian secara lengkap agar bisa ditelaah secara ilmiah dan dipahami konteksnya secara proporsional, bukan sekadar angka persentase yang berpotensi menimbulkan kepanikan.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
pelaku industri BRIN diabetes penelitian vape