RADAR JOGJA - Memilih menggunakan tangga daripada lift atau eskalator ternyata dapat menjadi kebiasaan sederhana untuk menambah aktivitas fisik sehari-hari. Selain membantu menjaga kebugaran, aktivitas ini juga dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung, kekuatan otot, keseimbangan, hingga mendukung umur panjang.
Dokter olahraga dari Houston Methodist Clear Lake Hospital, Haris Vakil, mengatakan naik tangga menjadi salah satu cara praktis untuk membuat tubuh lebih aktif tanpa memerlukan peralatan olahraga. Aktivitas tersebut dapat dilakukan dalam berbagai kesempatan, misalnya ketika berada di kantor, pusat perbelanjaan, maupun fasilitas umum lainnya.
Mengutip Health pada Selasa, sebuah penelitian pada 2021 menunjukkan bahwa orang yang terbiasa menaiki sekitar lima lantai tangga setiap hari memiliki risiko kematian dari berbagai penyebab sekitar 7 hingga 9 persen lebih rendah dibandingkan mereka yang tidak melakukan aktivitas tersebut.
Menurut Vakil, naik tangga termasuk aktivitas fisik singkat yang dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari. Gerakan tersebut melibatkan berbagai bagian tubuh dan membantu melatih kerja jantung serta paru-paru. Selain itu, otot paha, bokong, betis, paha belakang, dan otot inti turut bekerja saat seseorang menaiki tangga.
Baca Juga: Hari Badak Sedunia 2026, Badak Jawa di Ujung Kulon Kembali Jadi Sorotan
Aktivitas tersebut juga dapat membantu melatih keseimbangan. Setiap kali melangkah, tubuh perlu menjaga kestabilan agar dapat bergerak dengan aman. Dengan begitu, kebiasaan sederhana ini dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik harian, terutama bagi mereka yang banyak menghabiskan waktu dalam posisi duduk.
Dokter bedah ortopedi olahraga dari NYU Langone, Guillem Gonzalez-Lomas, menjelaskan bahwa manfaat aktivitas fisik tidak hanya berasal dari olahraga yang dilakukan dalam satu sesi khusus. Tubuh tetap membutuhkan gerakan secara berkala sepanjang hari. Oleh sebab itu, memilih tangga dibandingkan lift dapat menjadi salah satu cara untuk mengurangi kebiasaan terlalu lama duduk.
Bagi orang yang belum terbiasa, Vakil menyarankan agar aktivitas dimulai secara perlahan. Seseorang dapat mencoba menaiki satu atau dua lantai terlebih dahulu, kemudian menambah jumlah lantai secara bertahap sesuai dengan kemampuan tubuh.
Sementara bagi mereka yang sudah rutin berolahraga, penggunaan tangga dapat dilakukan beberapa kali dalam sehari. Aktivitas tersebut tidak harus dilakukan sekaligus dalam satu sesi panjang. Yang terpenting adalah menjaga konsistensi dan menyesuaikan intensitas dengan kondisi tubuh.
Vakil juga mengingatkan agar peningkatan aktivitas dilakukan secara bertahap, khususnya bagi orang yang memiliki keluhan nyeri lutut, gangguan keseimbangan, atau kondisi kesehatan tertentu. Memaksakan diri justru dapat meningkatkan risiko cedera.
Baca Juga: Lagu 'Kaulah Kamuku' Fatin Kembali Viral Bikin Nostalgia Masa Sekolah
Rasa terengah-engah setelah menaiki beberapa lantai pada dasarnya dapat terjadi karena tubuh sedang bekerja lebih keras. Namun, apabila kemampuan menaiki tangga tiba-tiba menurun atau muncul gejala seperti nyeri dada, pusing, maupun sesak napas yang tidak biasa, kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksakan.
Gonzalez-Lomas menambahkan, naik tangga bukan satu-satunya aktivitas yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dalam jangka panjang. Menjaga tubuh tetap aktif sepanjang hari juga penting karena olahraga dalam satu waktu belum tentu dapat sepenuhnya menggantikan dampak buruk dari kebiasaan duduk terlalu lama.
FIBRIAN PUTRI HERAGUNG
Sumber: Berbagi Sumber
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber