MAGELANG - Pemkot Magelang terus mendorong konsep hospital tourism. Komitmem itu bertujuan untuk menjadikan layanan kesehatan sebagai pintu masuk baru pergerakan ekonomi kota, sekaligus mengangkat daya saing RSUD Tidar di tingkat regional.
"Orang datang ke Magelang tidak hanya untuk berwisata, tapi juga untuk mendapatkan layanan kesehatan yang berkualitas," ujar Wali Kota Magelang Damar Prasetyono, Rabu (29/7).
Gagasan tersebut muncul di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat dalam mencari layanan kesehatan yang lebih baik, termasuk ke luar daerah.
Baca Juga: Partisipasi Kerja di Kabupaten Magelang Tembus 78,12 Persen tapi Mayoritas di Sektor Rentan
Fenomena ini membuka peluang bagi daerah dengan fasilitas kesehatan yang kompetitif untuk menarik pasien sekaligus menggerakkan sektor ekonomi lain.
Di Kota Magelang, kata dia, RSUD Tidar diproyeksikan menjadi garda depan pengembangan konsep ini. Rumah sakit milik pemerintah daerah itu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai pusat layanan kesehatan unggulan di wilayah Kedu.
Damar menyebut, kehadiran pasien dari luar daerah tidak hanya berdampak pada sektor kesehatan. Tetapi juga berpotensi menghidupkan sektor lain seperti perhotelan, kuliner, transportasi, hingga usaha mikro.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Bantul Imbau Warga Gunakan Air Bersih, Hindari Penyakit saat Kemarau
"Kalau ini berjalan, efeknya ke mana-mana. Hotel terisi, kuliner bergerak, transportasi hidup. Ini bisa menjadi sumber baru pendapatan daerah," bebernya.
Dia pun menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi tenaga kesehatan, pembenahan standar operasional prosedur (SOP), serta penguatan sarana dan prasarana. Tanpa hal itu, konsep hospital tourism dikhawatirkan hanya menjadi jargon tanpa dampak nyata.
"SDM harus siap, fasilitas harus memadai, SOP harus jelas. Kalau tidak, kepercayaan masyarakat tidak akan terbentuk," tegasnya.
Baca Juga: Pengadaan Seragam SMPN 1 Jetis Inisiatif POT, Pihak Sekolah Bantah Ikut Terlibat
Wakil Wali Kota Magelang Sri Harso menambahkan, inti dari hospital tourism tetap terletak pada kualitas pelayanan. Bukan sekadar kemasan konsep. Menurutnya, pasien yang datang dari luar daerah memiliki ekspektasi tinggi terhadap layanan kesehatan.
Karena itu, aspek kepercayaan menjadi faktor kunci yang harus dibangun oleh RSUD Tidar. "Bukan hanya fasilitas yang dilengkapi, tapi bagaimana pelayanan itu memberikan rasa aman dan puas. Kompetensi tenaga kesehatan dan kolaborasi tim sangat menentukan," paparnya.(aya/pra)
Editor : Heru Pratomo