Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lonjakan Kasus Campak di Indonesia, Inilah Pentingnya Vaksin untuk Anak

Magang Radar Jogja • Rabu, 11 Maret 2026 | 14:35 WIB

Tanda-tanda penyakit campak.
Tanda-tanda penyakit campak.

RADAR JOGJA - Kasus campak di Indonesia kembali menjadi perhatian setelah jumlah laporan penyakit tersebut meningkat sejak awal 2026.

Meski demikian, para pakar menilai situasi ini masih dapat dikendalikan selama upaya pencegahan dan penanganan dilakukan secara cepat, terutama melalui peningkatan cakupan imunisasi pada anak.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa sejak 1 Januari hingga 23 Februari 2026 terdapat 8.224 kasus suspek campak di berbagai daerah di Indonesia.

Angka ini menunjukkan bahwa virus campak masih terus beredar di masyarakat dan berpotensi menimbulkan kejadian luar biasa (KLB) jika tidak ditangani dengan baik.

Mengutip dari Antara, Pakar kesehatan anak dari Universitas Gadjah Mada (UGM), dr Ratni Indrawanti, menjelaskan bahwa lonjakan kasus tersebut memang perlu diwaspadai, namun belum sampai pada kondisi darurat kesehatan.

Menurutnya, penguatan surveilans dan peningkatan vaksinasi masih dapat menahan penyebaran penyakit ini.

“Selama kasus ini dapat ditangani dengan surveilans yang baik, penanganan cepat, serta peningkatan cakupan vaksinasi, maka masih bisa dikendalikan dan tidak menimbulkan darurat kesehatan,” ujarnya.

Ratni menambahkan, meningkatnya kasus campak salah satunya dipengaruhi oleh menurunnya cakupan vaksinasi di masyarakat.

Penurunan ini terjadi karena berbagai faktor, seperti keterbatasan akses layanan kesehatan, berkurangnya kegiatan imunisasi, hingga maraknya informasi keliru tentang vaksin di media sosial.

Di sisi lain, para tenaga kesehatan juga menekankan bahwa vaksinasi tetap menjadi perlindungan paling penting bagi anak dari penyakit campak.

Imunisasi membantu tubuh membentuk antibodi sehingga anak memiliki kekebalan terhadap virus yang sangat mudah menular tersebut.

Tanpa perlindungan vaksin, anak lebih berisiko tertular dan menularkan penyakit kepada orang lain di sekitarnya.

Campak sendiri bukan penyakit yang bisa dianggap ringan.

Jika tidak ditangani dengan baik, infeksi ini dapat menimbulkan komplikasi serius seperti pneumonia atau radang paru-paru, bahkan berujung pada kematian.

“Banyak masyarakat yang menyepelekan campak. Padahal jika tidak ditangani dengan baik, penyakit ini bisa menimbulkan komplikasi seperti pneumonia bahkan menyebabkan kematian,” kata Ratni.

Para ahli kesehatan menyebut vaksin campak sebagai perlindungan utama untuk mencegah penyebaran penyakit ini.

Vaksin yang digunakan dalam program imunisasi nasional adalah vaksin MR (measles-rubella) yang berfungsi membentuk kekebalan tubuh terhadap virus campak.

Campak disebabkan oleh virus morbillivirus yang menyebar melalui udara saat penderita batuk atau bersin.

Penyakit ini paling sering menyerang anak-anak, terutama yang belum pernah divaksin atau belum mendapatkan imunisasi lengkap.

Gejala awal campak biasanya mirip dengan flu, seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.

Beberapa hari kemudian dapat muncul ruam merah pada kulit yang biasanya dimulai dari wajah lalu menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Dalam beberapa kasus, campak juga dapat menyebabkan komplikasi serius, seperti pneumonia, infeksi telinga, hingga peradangan otak (ensefalitis).

Karena itu, para ahli mengingatkan bahwa upaya pencegahan melalui imunisasi tetap menjadi kunci utama untuk melindungi anak-anak dari penyakit tersebut.

Dengan cakupan vaksinasi yang tinggi serta kesadaran masyarakat yang lebih baik, penyebaran campak di Indonesia diharapkan dapat dikendalikan sebelum berkembang menjadi wabah yang lebih luas. (Lintang Perdana Shynatrya)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#vaksin #vaksin untuk anak #penyakit #kasus campak #vaksin campak #lonjakan #Indonesia #Suspek Campak