Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengingatkan orang tua untuk tetap waspada terhadap gejala yang muncul pada anak, terutama mengingat semakin banyaknya kasus yang dilaporkan di berbagai tempat.
Berikut adalah lima tanda gagal ginjal pada anak yang penting diketahui oleh setiap orang tua dan pengasuh:
1. Penurunan Volume Urine
Gejala pertama yang patut diwaspadai adalah berkurangnya jumlah urine. Bahkan dalam beberapa kasus, anak dapat tidak berkemih sama sekali selama beberapa jam di siang hari.
Kemenkes menegaskan bahwa perubahan ini adalah indikasi awal yang memerlukan pemeriksaan oleh tenaga medis.
2. Perubahan Warna Urine
Perubahan warna urine yang menjadi lebih gelap, pekat, atau kecoklatan juga merupakan sinyal yang sangat penting. Perubahan ini bisa mengindikasikan adanya penimbunan limbah yang tidak dapat disaring dengan baik karena ginjal tidak berfungsi secara optimal.
3. Demam, Mual, dan Muntah
Anak-anak yang mengalami masalah fungsi ginjal sering kali menunjukkan gejala sistemik seperti demam, mual, dan muntah.
Gejala ini bisa bersamaan dengan diare atau infeksi pada saluran pencernaan yang semakin memperburuk keadaan ginjal.
4. Kesulitan Bernapas dan Rasa Letih
Akumulasi cairan karena ginjal yang tidak berfungsi dengan benar dapat menyebabkan kesulitan bernapas. Di samping itu, anak mungkin terlihat lelah, kurang energi, atau sering merasa mengantuk, disebabkan oleh racun dalam tubuh yang tidak dikeluarkan secara efektif.
5. Pembengkakan pada Tubuh
Cairan yang terakumulasi dapat menyebabkan pembengkakan, terutama di area wajah, tangan, kaki, atau pergelangan.
Ini merupakan reaksi tubuh ketika ginjal tidak dapat mengatur keseimbangan cairan dengan baik.
Gejala-gejala tersebut tidak harus diartikan sebagai gagal ginjal secara langsung, tetapi jika satu atau lebih gejala muncul dan tidak menunjukkan perbaikan, sangat disarankan bagi orang tua untuk segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Konsultasi dokter, analisa darah, dan analisis urine dapat membantu menentukan apakah ginjal berfungsi dengan baik atau membutuhkan perawatan medis segera.
Kementerian Kesehatan mengingatkan bahwa deteksi awal sangat penting meskipun gejalanya mirip dengan penyakit lain.
Tindakan cepat dan pemeriksaan profesional dapat menyelamatkan kondisi anak serta mencegah komplikasi serius di masa depan.
Penulis: Ferry Aditya
Editor : Bahana.