Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Menkes Budi Ingatkan Bahaya Gorengan: Enak di Lidah, Berat di Timbangan

Magang Radar Jogja • Senin, 2 Februari 2026 | 11:09 WIB
Ilustrasi gorengan.
Ilustrasi gorengan.

RADAR JOGJA - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat akan dampak kesehatan dari konsumsi gorengan lewat konten video "Budi Gemar Sharing" di Instagram pribadinya.

Dalam unggahan video tersebut, Budi menyoroti tingginya kalori pada makanan yang cukup populer di Indonesia yaitu gorengan seperti bakwan dan tempe yang digoreng tepung.

Budi mengatakan satu potong gorengan bisa mengandung 100 hingga 150 kalori.

“Tahu nggak? Kalau kita makan satu gorengan seperti ini, nggak bikin kenyang kita. Itu kalorinya antara 100 sampai 150,” ujar Budi dalam video tersebut.

Masalah utamanya, ia meyakini masyarakat tidak hanya memakan satu potong gorengan saja.

Menurut Budi, kebiasaan orang saat sedang nyemil gorengan minimal bisa menghabiskan lebih dari satu gorengan.

“Tapi aku jamin, kalian pasti kayak aku dulu, makannya nggak cukup satu biji aja kan? Minimal 3, 4. Enak banget.” ujarnya.

Dalam video tersebut, Budi juga menambahkan jumlah total kalori dari konsumsi beberapa gorengan tersebut dapat menyumbang asupan 300 hingga 450 kalori.

Jika ingin membakar tumpukkan kalori tersebut, dirinya harus melakukan aktivitas olahraga yang cukup merepotkan.

“Wah, untuk orang dengan berat badan 70 kilo seperti saya, itu harus lari 5 kilo tuh. Nah, gara-gara makan cuma satu kayak gini, saya mesti treadmill di 15 menit,” tambahnya.

Alasan Gorengan Memicu Kegemukan


Mengonsumsi makanan gorengan memang terasa nikmat karena sensasi krispi dan gurih yang membuat gorengan menjadi camilan yang sulit untuk ditolak.

Sayangnya, kebiasaan menyantap gorengan secara berlebihan bisa menjadi pemicu utama naiknya berat badan akibat tingginya kalori yang berasal dari kandungan minyak dalam gorengan.

Minyak dalam jumlah besar yang terserap selama proses penggorengan tersebut akan menyebabkan lonjakan jumlah kalori dalam gorengan secara signifikan.

Ini akan semakin berbahaya bagi kesehatan jika penggorengan dilakukan dengan minyak yang sering kali dipanaskan berulang-ulang.

Pemanasan berulang tersebut memicu terbentuknya lemak jenuh dan lemak trans, jenis lemak jahat yang mempercepat penimbunan lemak di dalam tubuh.

Lemak trans serta asupan kalori yang berlebih ini akan menghambat proses pembakaran energi, sehingga kerja metabolisme tubuh menjadi tidak efisien.

Selain itu, gorengan juga minim kandungan serat dan protein, padahal kedua nutrisi inilah yang berperan menjaga perut kenyang lebih tahan lama.

Kondisi inilah yang menyebabkan rasa lapar cepat kembali muncul setelah makan gorengan, yang pada akhirnya mendorong seseorang untuk makan dalam porsi yang lebih besar.

Oleh karena itu, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan diri makan dengan gizi seimbang yang kaya karbohidrat kompleks, protein, dan serat. (Aqbil Faza Maulana)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#menkes budi #kebiasaan #bahaya gorengan #gorengan #Budi Gunadi Sadikin