Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Mitos dan Fakta Jus Detoks Menurut Penjelasan Medis

Bahana. • Minggu, 25 Januari 2026 | 10:51 WIB
Jus Buah dan Sayur yang Kaya Nutrisi (Pinterest)
Jus Buah dan Sayur yang Kaya Nutrisi (Pinterest)

Tren detoksifikasi melalui jus buah dan sayuran kini semakin populer di media sosial.

Berbagai klaim menjanjikan beredar luas, mulai dari membersihkan racun tubuh dalam hitungan hari, menurunkan berat badan secara cepat, hingga meremajakan kulit dan meningkatkan energi.

Jus detoks adalah program diet yang mengonsumsi jus buah atau sayuran selama periode tertentu, biasanya berkisar antara satu hingga tujuh hari.

Metode ini percaya bahwa jus dapat membantu membersihkan organ-organ tubuh dari racun dan zat berbahaya yang menumpuk akibat pola makan tidak sehat, paparan polusi, atau penggunaan bahan kimia dalam makanan.

Program jus detoks biasanya melibatkan konsumsi empat hingga enam gelas jus per hari yang terbuat dari kombinasi sayuran hijau seperti bayam, seledri, buah-buahan seperti apel, lemon, jeruk, serta bahan tambahan seperti jahe, kunyit, atau lidah buaya.

Beberapa program bahkan melarang konsumsi makanan padat sama sekali selama periode detoksifikasi dan hanya memperbolehkan air putih selain jus.

Tubuh Memiliki Sistem Detoks Alami

Dari sisi medis, klaim bahwa jus dapat membersihkan racun tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat. Tubuh manusia sebenarnya sudah dilengkapi dengan sistem detoksifikasi yang efektif.

Hati, ginjal, paru-paru, kulit, dan sistem pencernaan bekerja tanpa henti untuk menyaring dan membuang zat-zat yang tidak diperlukan tubuh.

Hati berperan sebagai pengolahan utama yang mengubah racun menjadi zat yang dapat dikeluarkan.

Organ ini memproses hampir semua yang kita konsumsi, memecah zat berbahaya menjadi komponen yang lebih aman. Ginjal berfungsi menyaring darah dan membuang limbah serta kelebihan cairan melalui urin.

Paru-paru mengeluarkan karbon dioksida dan gas-gas lain yang tidak diperlukan setiap kali kita bernapas.

Kulit membuang racun melalui keringat, dan usus membuang sisa-sisa pencernaan yang tidak terpakai. Selama organ-organ ini berfungsi normal dan sehat, tubuh tidak memerlukan bantuan khusus dari luar untuk membersihkan racun.

Manfaat dari Jus Buah dan Sayur

Meski klaim detoksifikasi tidak terbukti secara ilmiah, bukan berarti jus buah dan sayur tidak memiliki manfaat sama sekali.

Jus segar yang dibuat dari bahan alami mengandung vitamin, mineral, dan antioksidan yang memang baik untuk kesehatan tubuh.

Konsumsi jus dapat menjadi cara praktis untuk meningkatkan asupan sayur dan buah. Jus juga mudah diserap tubuh sehingga nutrisinya dapat lebih cepat masuk ke aliran darah.

Selain itu, bagi sebagian orang, program jus detoks menjadi semacam reset psikologis untuk memulai pola makan yang lebih sehat.

Setelah menjalani program jus beberapa hari, mereka merasa lebih termotivasi untuk mengurangi makanan olahan dan meningkatkan konsumsi makanan segar.

Mitos yang Perlu Diluruskan

Beberapa mitos tentang jus detoks perlu dikoreksi berdasarkan fakta ilmiah. Jus tidak dapat mengeluarkan racun secara instan atau membersihkan organ dalam hitungan hari seperti yang sering diklaim. Organ tubuh bekerja terus-menerus dan tidak memerlukan pembersihan khusus.

Jus bukan pengganti makanan utuh yang sehat. Saat buah dan sayur dijus, sebagian besar serat hilang atau berkurang.

Padahal serat sangat penting untuk kesehatan pencernaan, mengatur gula darah, menurunkan kolesterol, dan membuat kenyang lebih lama.

Konsumsi serat yang cukup juga membantu membuang limbah dari usus secara efektif.

Program jus detoks yang ekstrem dapat menyebabkan kekurangan nutrisi. Tubuh membutuhkan protein untuk membangun dan memperbaiki jaringan, lemak sehat untuk fungsi otak dan produksi hormon, serta kalori yang cukup untuk energi.

Diet yang hanya mengandalkan jus dapat menyebabkan kekurangan kalori, kehilangan massa otot, dan menurunkan metabolisme.

Penurunan berat badan yang terjadi selama program jus detoks umumnya hanya kehilangan air dan massa otot, bukan lemak. Begitu kembali makan normal, berat badan akan kembali naik.

Penulis: Adzkia Fahdila Khairunisa

Editor : Bahana.
#Jus #detoksifikasi