Nutrisi ini sering dikaitkan dengan manfaatnya untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mempercepat pemulihan, hingga mengurangi durasi sakit.
Faktanya, manfaat vitamin C memang didukung oleh dasar ilmu biologi yang kuat. Mengonsumsi vitamin C dianggap penting, terutama ketika sistem kekebalan tubuh bekerja ekstra keras untuk melawan infeksi.
“Vitamin C mendukung tubuh dengan bekerja sebagai antioksidan yang kuat, membantu mengurangi peradangan, melindungi sel dari stres oksidatif, serta meningkatkan penyerapan zat besi,” ujar ahli gizi dan spesialis nutrisi Yasi Ansari.
Vitamin C adalah jenis vitamin yang larut dalam air, sehingga tubuh tidak bisa memproduksinya sendiri atau menyimpannya dalam jumlah yang banyak.
Jika tubuh kekurangan vitamin C selama waktu tertentu, bisa menyebabkan merasa lelah, daya tahan tubuh berkurang, luka sembuh lebih lambat, nyeri sendi, hingga gusi berdarah.
Jika kekurangan sangat berat, bisa menyebabkan penyakit kudis, meski kondisi ini tidak terlalu umum terjadi.
Selain itu, risiko mengalami kekurangan juga lebih besar pada perokok, orang yang mengalami gangguan pencernaan, serta individu yang menderita penyakit inflamasi kronis.
“Perokok memiliki stres oksidatif yang lebih tinggi sehingga kebutuhan vitamin C mereka juga meningkat,” jelas Uma Naidoo, direktur nutrisi dan psikiatri gaya hidup di Massachusetts General Hospital.
Vitamin C memang tidak bisa mencegah seseorang terkena flu sepenuhnya. Namun, mengonsumsi vitamin C secukupnya bisa membantu tubuh pulih lebih cepat dan meredakan gejala yang muncul.
Menurut Naidoo, vitamin C berperan dalam berbagai fungsi tubuh, salah satunya meningkatkan daya tahan tubuh dengan membantu sel kekebalan bekerja lebih baik.
Ia menjelaskan, vitamin C membantu sel-sel sistem imun bekerja lebih baik dan melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas saat tubuh sedang terkena infeksi.
Fungsi ini membuat vitamin C tetap penting dikonsumsi secara teratur, terutama ketika tubuh rentan terhadap penyakit, seperti saat musim flu.
Selain itu, vitamin C juga berperan dalam pembentukan kolagen, sebuah protein yang penting untuk menjaga kesehatan sendi, kulit, dan berbagai jaringan tubuh.
Manfaat vitamin C juga berhubungan dengan kesehatan jantung. Ansari menjelaskan bahwa beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kadar vitamin C dalam tubuh yang lebih tinggi cenderung memiliki risiko terkena penyakit jantung dan stroke yang lebih kecil.
Tidak kalah pentingnya, vitamin C juga bisa membantu tubuh menyerap lebih baik zat besi yang berasal dari sumber tumbuhan.
Vitamin C dapat meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan yang berasal dari tumbuhan, sehingga sangat baik untuk orang yang mengikuti pola makan vegetarian.
Selain itu, vitamin C juga berperan dalam kerja otak. Nutrisi ini membantu pembentukan neurotransmiter, seperti norepinefrin, yang berpengaruh terhadap suasana hati dan kemampuan untuk waspada.
Vitamin C ini memiliki berbagai fungsi yang sangat penting, tidak hanya membantu saat kita terserang flu, tetapi juga mendukung kesehatan tubuh secara umum.
Vitamin C bisa diperoleh dari berbagai buah dan sayuran, seperti jeruk, stroberi, brokoli, tomat, bayam, serta paprika.
Bahkan, semua jenis paprika diketahui mampu memenuhi kebutuhan vitamin C sehari-hari dalam satu porsi makan.
Ansari mencatat bahwa kebutuhan harian vitamin C untuk seseorang adalah 90 miligram per hari. Meskipun suplemen vitamin C mudah ditemukan, para ahli menyarankan agar lebih memilih sumber alami.
Selain itu, cara memasak juga memengaruhi karena kadar vitamin C bisa berkurang karena panas, cahaya, dan oksigen.
Metode memasak seperti direbus atau menggunakan microwave lebih baik dibandingkan merebus atau menggoreng.
Dengan asupan yang cukup dan teratur, vitamin C bisa menjadi salah satu nutrisi yang membantu tubuh selama musim flu, mendukung sistem imun bekerja dengan baik dan mempercepat pemulihan.
Penulis: Ocha
Editor : Bahana.