Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Alzheimer Bukan Sekedar Pikun : Kenali Tanda Awal yang Sering di Abaikan

Magang Radar Jogja • Kamis, 4 Desember 2025 | 23:30 WIB

Photo
Photo
Alzheimer bukan cuma soal pikun atau lupa-lupa ringan kondisi ini termasuk gangguan kognitif serius yang mempengaruhi berbagai fungsi otak, bukan hanya memori saja.

Alzheimer adalah jenis demensia yang paling umum, bertanggung jawab atas sekitar 60–80% dari seluruh kasus demensia di dunia.

Salah satu penyebab Alzheimer adalah penumpukan protein abnormal di otak terutama protein yang disebut Beta‑amyloid.

Protein ini bisa menumpuk membentuk plak, lalu memicu kematian sel saraf dan merusak jaringan penghubung antar neuron.

Lama-kelamaan, ini menyebabkan penyusutan otak dan gangguan fungsi otak secara menyeluruh.

Gejala awal Alzheimer kadang sulit dikenali karena sering dianggap wajar sebagai bagian dari penuaan.

Tapi ada tanda-tanda yang perlu diwaspadai terutama bila mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Antara lain: lupa baru berlangsung terus-menerus, sulit mengingat kejadian baru, sering mengulang pertanyaan, atau lupa lokasi barang, jadwal, atau arah jalan yang sudah familiar.

Tanda lainnya bisa berupa kesulitan menjalankan aktivitas yang biasa seperti mengatur keuangan, memasak, mengurus rumah, atau mengambil keputusan sederhana.

Kemampuan berpikir, merencanakan, dan memecahkan masalah ikut menurun.

Kemampuan bahasa pun bisa terganggu: kadang susah mencari kata yang tepat, berpikir lambat, atau sulit memahami pembicaraan.

Gangguan orientasi juga sering muncul misalnya bingung waktu, tempat, atau kesulitan mengenali lingkungan yang seharusnya akrab.

Dalam beberapa kasus, kemampuan visual-spasial dan persepsi juga bisa terganggu, membuat penderitanya kesulitan dalam menilai jarak, ukuran, atau bentuk.

Sayangnya, sampai sekarang belum ada obat yang bisa menyembuhkan Alzheimer. Penyakit ini progresif: gejala memburuk secara bertahap, dan perlahan-lahan mempengaruhi seluruh fungsi otak serta kemampuan menjalani kehidupan sehari-hari.

Meski begitu, ada langkah pencegahan dan pengelolaan yang dapat dilakukan. Gaya hidup sehat seperti menjaga kesehatan jantung, mengontrol tekanan darah dan gula darah, menghindari rokok dan alkohol, cukup tidur, serta tetap aktif secara fisik dan mental terbukti membantu menurunkan risiko.

Aktivitas yang merangsang otak: membaca, menulis, mengerjakan teka-teki, berdiskusi, atau aktivitas sosial bisa membantu menjaga fungsi otak dan menunda penurunan kognitif.

Mengontrol stres, menjaga pola hidup sehat, serta memerhatikan kesehatan sejak dini juga penting untuk mengurangi risiko berkembangnya Alzheimer.

Penting juga untuk memperhatikan tanda-tanda dini jangan langsung menganggap lupa atau kebingungan sebagai hal biasa karena bertambahnya usia.

Jika hilangnya memori atau fungsi otak mulai mengganggu aktivitas normal sehari-hari, ada baiknya memeriksakan diri ke profesional medis.

Deteksi dini memberi peluang untuk pengelolaan lebih baik dan memperlambat perkembangan penyakit.

Alzheimer mengingatkan bahwa menjaga kesehatan otak bukan hanya soal ingatan, tapi soal kualitas hidup.

Dengan membiasakan gaya hidup sehat dan memperhatikan tanda-tanda awal, kita bisa memberi kesempatan lebih baik untuk menjaga daya pikir dan kualitas hidup bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk orang tua atau orang terdekat yang mungkin berisiko.


Writer Naela Alfi Syahra

Editor : Bahana.
#alzheimer