RADAR JOGJA - Penyakit tulang menjadi salah satu perhatian masyarakat dengan prevalensi yang beragam di masing-masing populasi.
Secara global prevalensi penyakit tulang sekitar 19,7% dari populasi.
Jenis penyakit tulang sangat beragam, mulai dari osteoporosis hingga osteoarthritis.
Berdasarkan data global, osteoporosis menduduki peringkat pertama penyakit tulang yang banyak diderita oleh masyarakat.
Dampak yang ditimbulkan akibat penyakit tulang sangat signifikan pada aspek fisik maupun psikologis penderita.
Sensasi nyeri, terhambatnya mobilitas fisik, hingga penurunan dalam melakukan aktivitas sehari-hari menjadi dampak nyata yang dialami penderita.
Fenomena ini menjadi isu yang diangkat oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Kedokteran Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK) UGM dalam kegiatan yang bertajuk “Cemerlang: cegah dan manajemen faktor risiko penyakit tulang.”
Tim yang diketuai oleh Arifin Triyanto, S.Kep. Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB ini juga menggandeng ahli gizi dari Puskesmas Godean II, Sleman.
Bertempat di Rewulu Wetan, Sidokarto, Godean, Sleman pada hari Senin, 15 September 2025, tidak kurang dari 50 peserta terdiri dari kader kesehatan dan lansia antusias mengikuti kegiatan.
Kegiatan diawali dengan senam bersama kemudian di lanjutkan dengan paparan materi terkait dengan penyakit tulang, edukasi gizi untuk kesehatan tulang lansia serta manajemen faktor risiko penyakit tulang.
Di akhir sesi dilakukan skrining faktor risiko osteoporosis dan pemeriksaan gula darah serta asam urat.
Dalam pemaparannya, Arifin menyampaikan bahwa mengenali faktor risiko yang ada pada lansia dan melakukan pengendalian faktor risiko dapat menjadi langkah pencegahan timbulnya berbagai masalah penyakit tulang.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa faktor risiko yang terkendali dan minimnya keluhan yang muncul pada lansia dapat meningkatkan kualitas hidup lansia secara keseluruhan.
Kegiatan ini mendapatkan respon yang positif dari masyarakat.
Kepala Dukuh Rewulu Wetan, Dwi Hartana, dalam sambutannya mengatakan berbagai keluhan penyakit tulang sering dialami oleh masyarakat.
Kegiatan semacam ini dinilai sangat bermanfaat dalam menambah pengetahuan kader maupun masyarakat dalam meminimalkan keluhan penyakit tulang.
Sementara itu bagi tim pengabdian masyarakat, kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang telah terlaksana sejak tahun 2022 di wilayah Godean.
Hal ini sebagai wujud komitmen tim dalam membantu mencapai SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera).
Selain itu keterlibatan stakeholder setempat dalam setiap pelaksanaan kegiatan mendukung SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan).
Arifin Triyanto, S.Kep., Ns., M.Kep., Sp.Kep.MB
Dosen Departemen Keperawatan Medikal Bedah
Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan
Universitas Gadjah Mada
Editor : Meitika Candra Lantiva