Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Panik Netizen di Medsos: Gen Z Takut Obat Cacing, Perlukan Orang Dewasa Minum Obat Cacing? Berikut Penjelasannya

Bahana. • Selasa, 26 Agustus 2025 | 18:09 WIB

Photo
Photo
RADAR JOGJA - Sejak mencuatnya kabar tentang Raya, bocah 4 tahun asal Sukabumi yang meninggal dunia dengan kondisi tubuh dipenuhi cacing, disebut mencapai sekitar 1 kilogram, perhatian publik langsung tersita.

Terlebih lagi, beredar dokumentasi yang memperlihatkan cacing keluar melalui hidung saat proses penanganan medis.

Kasus pilu tersebut sontak menghebohkan jagat media sosial. Di berbagai platform, seperti TikTok, banyak warganet, khususnya anak muda Gen Z, mengaku jadi parno.

Mereka takut terkena cacingan hingga ragu minum obat cacing, lantaran beredar narasi bahwa cacing dapat keluar lewat mulut atau hidung setelah mengkonsumsi obat.

Benarkah Cacing Dapat Keluar Melalui Mulut atau Hidung?

Cacingan merupakan penyakit yang disebabkan infeksi parasit cacing yang masuk ke dalam tubuh. Umumnya parasit itu menginfeksi bagian usus dan pencernaan.

Sejak hebohnya kasus Raya kemarin, banyak masyarakat yang bertanya-tanya, apakah benar cacing dapat keluar melalui mulut atau hidung?

Terdengar ekstrem, faktanya cacing memang dapat keluar melalui rongga tubuh seperti mulut atau hidung, namun kondisi ini dapat terjadi apabila infeksi berat atau komplikasi, bukan karena setelah minum obat cacing.

Seperti pada kasus Raya, yang dijelaskan sudah terinfeksi sejak lama dan tidak segera mendapat penanganan, bersamaan dengan imun tubuh yang semakin melemah, cacing semakin tumbuh subur di dalam tubuhnya.

Obat cacing pada umumnya, bekerja melumpuhkan atau membunuh cacing di saluran pencernaan, seperti Albendazole dan Mebendazole bekerja dengan cara menghambat penyerapan nutrisi pada cacing, sehingga cacing akan mati kelaparan. Dan tubuh biasanya mengeluarkan cacing melalui feses.

Keluarnya cacing melalui mulut atau hidung lebih mungkin terjadi pada cacing yang bermigrasi dan biasanya ini terjadi pada infeksi yang sangat berat.

Apakah Orang Dewasa Perlu Minum Obat Cacing?

Meski lebih sering dialami anak-anak, orang dewasa ternyata juga bisa mengalami cacingan.

Data Badan Kesehatan Dunia (WHO) mencatat, sekitar 10% populasi di negara berkembang rentan terkena infeksi cacing.

Sebagai tindakan pencegahan, anak-anak biasanya dianjurkan minum obat cacing setiap 6 bulan sekali.

Anjuran yang sama sebenarnya bisa berlaku juga bagi orang dewasa, terutama mereka yang sehari-harinya beraktivitas di lingkungan berisiko tinggi, misalnya bekerja di tanah, pasar basah, atau area dengan sanitasi yang kurang baik.

Kalau sudah terinfeksi atau mengalami gejala-gejala cacingan, langkah terbaiknya segera periksa ke dokter agar dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Penulis: Ayu Andayani Saputri

Editor : Bahana.
#netizen #obat cacing