KEBUMEN - Program nasional cek kesehatan gratis (CKG) disambut antusias warga Kebumen. Sejak pertama bergulir pada Februari 2025 lalu, program ini telah diakses 58 ribu lebih penerima manfaat di 35 layanan puskesmas.
Bupati Kebumen Lilis Nuryani menyatakan, program CKG bukan sebatas seremoni biasa, tapi sebagai wujud keberpihakan pemerintah dari pusat sampai daerah dalam menjamin hak dasar setiap warga untuk hidup sehat.
Dari program ini pemerintah memberikan hak yang sama bagi masyarakat untuk dapat merasakan layanan pemeriksaan kesehatan secara gratis.
"Ini semua tentu berkat kerja keras tenaga kesehatan, dukungan semua pihak dan partisipasi aktif masyarakat semua," jelas Lilis saat monitoring program CKG di Puskesmas Petanahan, Jumat (25/4).
Lilis menaruh harapan progam skala nasional ini dapat berkesinambungan. Khusus di Kebumen target layanan dari program ini mampu menjangkau 1,2 juta masyarakat dari berbagai kalangan, mulai bayi, anak, remaja, ibu hamil hingga lanjut usia.
Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program ini untuk deteksi dini potensi penyakit. "Jangan sampai menunggu sakit baru periksa, karena lebih baik mencegah dari pada mengobati," tandasnya.
Lilis mengatakan, selain gratis dari program CKG masyarakat dapat menikmati layanan pemeriksaan kesehatan secara lengkap, mulai dari cek tekanan darah, gula darah, risiko stroke dan jantung, fungsi ginjal, sampai deteksi dini kanker.
Semua ditangani melalui pendekatan usia dan kebutuhan setiap masyarakat. "Bukan hanya sekadar tensi, tapi benar-benar pemeriksaan lengkap dan menyeluruh," katanya.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kebumen Iwan Danardono menambahkan, proses pendaftaran CKG kini serba praktis, cepat dan mudah.
Sebab saat ini telah tersedia layanan pendaftaran berbasis digital guna menghindari tumpukan antrean. Di lain sisi masyarakat juga bisa datang langsung ke puskesmas untuk menikmati program tersebut tanpa dipungut biaya alias gratis.
"Tidak harus pada saat hari ulang tahun. Kapan saja bebas, pada saat jam kerja," ujarnya.
Iwan menjelaskan, tujuan dari program CKG tidak lain untuk membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya deteksi dini penyakit melalui pemeriksaan kesehatan secara rutin.
Dia menyebut, program ini ditargetkan setidaknya bisa menyasar 80 persen penduduk Kebumen pada Oktober 2025. "Selain pemeriksaan gratis, mereka juga mendapat obat gratis," ungkapnya. (fid/pra)
Editor : Heru Pratomo