Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Lewat Skema PBI, Wariyah Merasa Bebannya Diringankan Oleh Program JKN

Delima Purnamasari • Senin, 24 Maret 2025 | 00:24 WIB

Photo
Photo

SLEMAN - BPJS Kesehatan turut menjamin kesehatan masyarakat yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Hal ini dilakukan melalui mekanisme Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK). 

Salah satu yang menjadi penerima manfaat ini adalah Wariyah.

Perempuan asal Tegalurung, Kabupaten Klaten ini tengah mengidap penyakit demam berdarah.

Masalah kesehatannya terjadi karena infeksi oleh virus dengue dan ditularkan melalui gigitan nyamuk aedes aegypti atau aedes albopictus.

Sehingga, dia mesti di rawat di Rumah Sakit Mitra Paramedika yang berlokasi di Widodomartani, Kapanewon Ngemplak, Sleman.
"Saya dirujuk ke sini karena dikhawatirkan trombositnya semakin turun," katanya saat ditemui pada Jumat (21/3).

Perempuan kelahiran tahun 1974 ini mengaku telah menjalani rawat inap selama tiga hari. Dia mengaku belum mengetahui pasti kapan bisa diperbolehkan pulang.

"Sekarang masih proses penyembuhan. Tinggal nunggu saja," kata ibu dua anak ini.

Dia menjelaskan, gejala yang dirasakan sangat menganggu adalah badannya terasa panas sekaligus dingin. Kondisi tersebut membuatnya merasa sangat tidak nyaman.

"Tapi keluhan yang sempat dirasakan sekarang enggak terasa lagi," ucapnya.

Ibu dua anak ini menjelaskan seluruh pembiayaannya menggunakan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sehingga, dia tidak perlu mengeluarkan biaya apa pun.

"Saya dapat bantuan dari pemerintah, dari zaman dulu saya sudah terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan," katanya.

Terdaftar sebagai peserta JKN dari segmen PBI JK tidak perlu membayar iuran bulanan sebab biaya sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah.

Program ini dirancang untuk memastikan masyarakat kurang mampu tetap memiliki akses ke layanan kesehatan.

Dia menyebut bantuan ini sangat meringankan beban finansialnya. Terlebih, Wariyah sendiri saat di rumah sebatas bekerja sebagai penjual makanan. Terkadang juga menjadi buruh tani.

Meski terdaftar menjadi peserta JKN dari segmen PBI JK, dia menyebutkan fasilitas yang diperoleh sangat baik.

Dokter dan perawat yang melayani seluruhnya ramah, tidak ada perbedaan dengan peserta JKN lainnya bahkan pasien umum. Administrasinya juga sangat mudah hanya diminta Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang ada di Kartu Tanda Penduduk (KTP)

"Pelayanan bagus dan cepat. Saya masuk melalui Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan langsung ditangani. Administrasi juga cukup melihatkan KTP," tambahnya.

Kamarnya memang tidak digunakan sendiri. Namun, kebersihannya tetap terjaga. Hal ini lantaran ada petugas yang datang sampai tiga kali dalam sehari.

Disinggung soal menu makanan yang diberikan, dia mengatakan rasanya enak. Jenisnya juga lengkap dan bergizi.

"Ada ayam, sop, tahu, sayuran, tempe, alhamdulillah," ucapnya.

Selama proses rawat inap ia tidak menemukan kendala apapun mulai dari masuk rumah sakit hingga sampai masuk kamar rawat inap, semuanya berjalan lancar dan cepat.

"Ini jadi pengalaman pertama saya menggunakan BPJS Kesehatan, asal sesuai prosedur semuanya dijamin oleh Program JKN," tambah Wariyah.


Apabila Wariyah membutuhkan informasi lainnya tentang Program JKN, dapat mencari melalui Aplikasi Mobile JKN. Di dalamnya ada berbagai fitur unggulan.

Mulai dari cek status kepesertaan, pencarian rumah sakit, hingga pendaftaran online. Dengan demikian, pelayanan jadi lebih mudah dan efisien.

Wariyah bercerita bahwa kondisinya yang sakit membuatnya mesti libur bekerja. Totalnya sudah delapan hari.

Saat ini usaha yang bisa dilakukan hanya konsisten minum obat sesuai anjuran dokter serta mematuhi pola makan yang diberikan.

"Pengennya tentu bisa segera pulang ke rumah. Saya sekarang merasanya sudah sembuh dan baikan," ucapnya.

Editor : Bahana.
#BPJS Keehatan