GUNUNGKIDUL - Program cek kesehatan gratis (CKG) yang dimulai sejak 10 Februari 2025 di Gunungkidul, masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pelaksanaannya.
Di antaranya partisipasi masyarakat di setiap puskesmas tidak merata. Kepala Puskesmas Paliyan Lukito mengungkapkan, jumlah pendaftar di tempat mereka masih rendah. Dalam sehari, rerata hanya ada 5-10 pasien saja."Padahal puskesmas kami dalam sehari ditargetkan bisa melayani sedikitnya 12 pasien," kata Lukito, Selasa (11/3).
Di Wilayah Paliyan, dengan jumlah penduduk sekitar 33 ribu jiwa, mereka harus bisa melayani setidaknya 1.650 orang atau sekitar lima persen dari total jumlah penduduk untuk memenuhi target Kementerian Kesehatan. "Maka, paling sedikitnya 12 pasien per hari agar target bisa terpenuhi," tambahnya.
Selain faktor teknis, waktu pelaksanaan yang bertepatan dengan Ramadan dan panen raya di wilayah setempat juga menjadi tantangan. Banyak warga yang lebih fokus pada aktivitas agama dan pertanian, yang berdampak pada rendahnya partisipasi dalam program PKG."Saat ini bertepatan dengan puasa dan juga panen raya, jadi masyarakat lebih fokus ke sana," jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gunungkidul Ismono mengungkapkan, berbagai kendala teknis dan nonteknis. Salah satu masalah utama yang dihadapi adalah kesulitan akses terhadap aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK), yang menjadi salah satu platform utama untuk mengelola data peserta.
Selain itu, sejumlah Puskesmas di Gunungkidul juga belum dilengkapi dengan ruang klinik khusus untuk pelaksanaan CKG, sehingga menyebabkan pelayanan menjadi kurang optimal. Masalah lain yang juga mencuat adalah belum diaktifkannya aplikasi Satu Sehat Mobile (SSM) CKG oleh sebagian besar masyarakat, yang menghambat proses pendaftaran. “Nanti akan menjadi bahan evaluasi," ungkap Ismono.
Meskipun demikian, respons masyarakat terhadap program ini menunjukkan tren yang positif. Sejak diluncurkan pada Februari 2025 hingga awal Maret, jumlah pendaftar mencapai 812 orang, dengan tingkat kehadiran sebesar 89,41 persen, atau sekitar 726 orang yang hadir untuk melakukan pemeriksaan. "Dari presentasenya, trennya sudah mulai ada kenaikan meskipun masih sedikit sekali," jelasnya. (ndi/pra)
Editor : Heru Pratomo