Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspada dan Segera Periksakan Diri, Dinkes Kota Jogja Sebut Ada 104 Perempuan Terdiagnosis Kanker Serviks

Iwan Nurwanto • Minggu, 9 Februari 2025 | 21:28 WIB
Hari Kanker Sedunia.
Hari Kanker Sedunia.

JOGJA - Perempuan di Kota Jogja sepertinya harus waspada terhadap potensi penyakit kanker serviks. Sebab, dari catatan Dinas Kesehatan (Dinkes) ada ratusan kasus perempuan yang terdiagnosis penyakit tersebut. Kanker serviks memang cukup berbahaya karena merupakan jenis tumor ganas yang menginfeksi leher rahim wanita.

Kepala Seksi Pengendalian Pencegahan Penyakit Tidak Menular dan Kesehatan Jiwa Dinkes Kota Jogja Iva Kusdyarini mengatakan, pihaknya mencatat ada 104 perempuan yang terdiagnosis kanker serviks. Jumlah itu didapatkan dari pasien yang memeriksakan diri ke puskesmas hingga tahun 2025.

Iva menerangkan, faktor penyebab kanker serviks pun beragam. Bisa dikarenakan genetik karena adanya riwayat keluarga yang pernah menderita kanker. Kemudian, juga faktor lingkungan seperti paparan polusi dan asap rokok. Serta wanita yang melahirkan banyak  anak.

Selain itu, aktivitas seksual pada usia dibawah 18 tahun juga dapat menjadi penyebab kanker serviks. Sebab, kata Iva, hampir 99 persen kasus kanker serviks disebabkan oleh Human Papiloma Virus (HPV).

“Sehingga hubungan seks dibawah umur dan berganti–ganti pasangan atau seks bebas menjadi berisiko, karena (kanker serviks) ditularkan melalui hubungan seks,” ujar Iva saat dikonfirmasi, Minggu (9/2/2025).

Sebagai upaya pencegahan, Iva pun menghimbau agar para perempuan di Kota Jogja rutin memeriksakan organ reproduksi. Yakni melalui Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Pemeriksaan Payudara Klinis (Sadanis) di fasilitas kesehatan terdekat.  

Pemeriksaan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya deteksi dini kanker serviks dan kanker payudara. Sebab kedua jenis kanker itu masih menjadi penyebab utama kematian perempuan di Indonesia.  

Iva menyebut, deteksi dini dapat membantu mencegah risiko penyakit yang lebih serius. Oleh karena itu, dia menghimbau agar perempuan yang sudah menikah atau wanita usia subur (WUS) pada usia 30-50 tahun segera memanfaatkan layanan IVA dan Sadanis. Yakni di puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat.

“Pemeriksaan (IVA dan Sadanis) penting untuk mencegah kanker serviks dan payudara sejak dini," katanya.

Sementara itu, Bidan Puskesmas Mantrijeron Huriyah mengungkapkan, perempuan yang secara mandiri mengakses layanan IVA dan Sadanis masih sangat minim. Sebab dari total 2.499 pasangan usia subur (PUS) yang mendapatkan layanan tersebut di tahun 2024. Sebagian besar merupakan pengunjung KB.

Padahal menurutnya, pemeriksaan dini kasus kanker serviks sangat penting. Sebab seringkali penderitanya terlambat mendapat penanganan karena tidak dideteksi secara dini. Sehingga ketika penanganan berada di rumah sakit sudah masuk kategori stadium lanjut.

“Kami berharap, perempuan pada kategori WUS, secara dini memeriksakan kesehatan reproduksinya secara berkala ke fasilitas kesehatan terdekat,” pesan Huriyah. (inu)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Kota Jogja #dinas kesehatan #kanker adalah #Kanker Serviks #kanker