Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Pecinta Jengkol Wajib Tahu, Makan Jengkol Terlalu Banyak Bisa Berbahaya

Meitika Candra Lantiva • Selasa, 28 Januari 2025 | 17:31 WIB
Jengkol mentah dan olahan  jengkol.
Jengkol mentah dan olahan jengkol.

RADAR JOGJA – Olahan jengkol termasuk dalam makanan yang populer di Indonesia.

Walaupun beberapa orang tidak menyukainya karena aroma jengkol yang menyengat, namun bagi pecintanya jengkol adalah makanan dengan rasa yang khas.

Di Indonesia jengkol biasanya dimakan langsung atau diolah menjadi berbagai jenis masakan seperti semur, sambal goreng, atau campuran rendang.

Dalam jengkol terdapat berbagai nutrisi seperti vitamin A, vitamin B, zat besi, kalsium, dan fosfor.


Namun, meski memiliki banyak nutrisi di dalamnya, jengkol juga mengandung satu senyawa yang disebut asam jengkolat yang bisa menyebabkan keracunan jika terakumulasi terlalu banyak di dalam tubuh.


Jengkol memang baik jika dikonsumsi seperlunya, tapi jika jengkol dikonsumsi secara berlebihan bisa mengakibatkat efek samping yang berbahaya.


Berikut efek samping makan jengkol terlalu banyak:

1. Keracunan Jengkol (Jengkolic Acid)


Salah satu bahaya utama dari mengonsumsi jengkol adalah potensi keracunan akibat kandungan asam jengkolat (jengkolic acid).

Asam ini dapat menyebabkan reaksi keracunan pada tubuh, terutama pada sistem pencernaan.

Gejala keracunan jengkol biasanya meliputi mual, muntah, perut kembung, dan diare.

Jika keracunan ini tidak segera ditangani, dapat menyebabkan kerusakan ginjal yang serius.


2. Gangguan pada Ginjal

Asam jengkolat dapat membentuk kristal yang mengendap di ginjal dan saluran urin.

Ini bisa mengganggu fungsi ginjal dan menyebabkan masalah kesehatan serius seperti gagal ginjal.

Pada beberapa kasus yang parah, kerusakan ginjal akibat konsumsi jengkol yang berlebihan bahkan memerlukan pengobatan intensif atau cuci darah.

Penderita penyakit ginjal atau yang memiliki riwayat masalah ginjal harus sangat berhati-hati jika ingin mengonsumsi jengkol.


3. Masalah pada Sistem Pencernaan

Kandungan serat dan senyawa tertentu dalam jengkol dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

Bagi sebagian orang, jengkol dapat menyebabkan kembung, perut sakit, atau gas berlebih.

Pengaruhnya bisa lebih kuat pada individu yang memiliki sistem pencernaan sensitif.


4. Bau Mulut yang Kuat

Makan jengkol dapat meninggalkan bau mulut yang khas dan cukup kuat.

Bau ini disebabkan oleh senyawa sulfur yang terdapat pada jengkol.

Meskipun tidak berbahaya, bau mulut yang ditimbulkan sering kali mengganggu, terutama bagi orang yang harus berinteraksi dengan orang lain setelah makan jengkol.

5. Penyimpanan dan Pengolahan yang Tidak Tepat

Pengolahan dan penyimpanan jengkol yang tidak benar juga dapat meningkatkan risiko keracunan.

Sebelum dimasak, jengkol sebaiknya direndam dan direbus dalam air mendidih untuk mengurangi kadar asam jengkolat yang dapat membahayakan tubuh.

Jika tidak dimasak dengan benar, risiko keracunan akan semakin tinggi.


Meskipun jengkol dapat menjadi hidangan lezat, penting untuk mengonsumsinya dengan bijak dan tidak berlebihan.

Proses pengolahan yang tepat sangat penting untuk mengurangi risiko bahaya yang ditimbulkan.

Jadi pecinta olahan jengkol untuk tetap memperhatikan jumlah dan cara mengolah saat makan jengkol. (Shofiyullah)

 
Editor : Meitika Candra Lantiva
#keracunan jengkol #Makan Jengkol Terlalu Banyak #jengkol #berbahaya #efek samping makan jengkol #risiko keracunan #aroma