RADAR JOGJA - Istilah mental illness atau penyakit mental dan mental disorder atau gangguan mental, sering digunakan secara bergantian, tetapi keduanya memiliki makna yang sedikit berbeda.
Walaupun keduanya berkaitan dengan gangguan pada kesehatan mental, ada perbedaan dalam konteks penggunaannya.
Dan karena kemiripan kedua istilah itu, sebagian orang mencampuradukkan kedua istilah itu.
Pemahaman mengenai kedua istilah ini penting untuk membedakan jenis gangguan psikologis serta cara penanganannya.
Berikut perbedaan antara mental illness dan mental disorder
1. Perbedaan dari segi Pengertiannya
Mental Illness atau Penyakit Mental, mengacu pada gangguan mental yang terjadi dalam konteks medis.
Penyakit mental merujuk pada kondisi psikologis yang mengganggu fungsi otak dan sistem saraf pusat, yang dapat menyebabkan perubahan dalam cara berpikir, perasaan, dan berperilaku.
Penyakit ini dapat mempengaruhi kehidupan sehari-hari seseorang, termasuk kemampuan mereka untuk berinteraksi dengan orang lain, bekerja, atau menjalani aktivitas normal.
Contoh penyakit mental yang sering dibicarakan antara lain depresi mayor, skizofrenia, dan gangguan kecemasan yang parah.
Penyakit mental dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti genetika, ketidakseimbangan kimiawi di otak, trauma emosional, atau lingkungan yang penuh tekanan.
Biasanya, diagnosis penyakit mental dilakukan oleh profesional medis atau psikolog setelah evaluasi menyeluruh.
Sementara itu, mental disorder adalah istilah yang lebih luas dan merujuk pada kondisi yang mengganggu fungsi normal psikologis atau perilaku seseorang.
Gangguan mental mencakup berbagai macam kondisi yang tidak selalu memenuhi kriteria untuk dianggap sebagai penyakit mental.
Istilah ini juga mencakup kondisi yang mungkin lebih ringan, seperti gangguan tidur atau gangguan makan, yang memengaruhi kualitas hidup seseorang namun tidak selalu terkait dengan perubahan kimiawi di otak.
Mental disorder dapat mencakup gangguan yang lebih ringan atau sementara, seperti gangguan kecemasan ringan, fobia, gangguan stres pascatrauma (PTSD), dan gangguan makan.
Meskipun gangguan ini juga memengaruhi kehidupan individu, dampaknya mungkin lebih terbatas dibandingkan dengan penyakit mental yang lebih serius.
Gangguan mental dapat diobati dengan terapi psikologis, perubahan gaya hidup, atau obat-obatan, tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya.
2. Tingkat Keparahan dan Dampak
Mental illness cenderung merujuk pada kondisi yang lebih serius dan berdampak besar terhadap kehidupan sehari-hari seseorang.
Penyakit mental seringkali memerlukan perawatan medis intensif.
Sedangkan mental disorder lebih merujuk pada gangguan yang mungkin tidak setajam penyakit mental, namun tetap dapat mengganggu fungsi normal.
3. Asal dan Penyebab
Penyakit mental lebih sering dikaitkan dengan penyebab biologis atau kimiawi di otak, seperti ketidakseimbangan neurotransmiter, genetik, atau faktor fisik lainnya.
Gangguan mental, di sisi lain, bisa lebih bervariasi dalam penyebabnya, mencakup faktor psikologis, emosional, atau sosial.
4. Pengobatan dan Penanganan
Mental illness sering memerlukan pendekatan pengobatan yang lebih intensif, seperti terapi medis dan penggunaan obat-obatan.
Gangguan mental mungkin hanya memerlukan terapi psikologis atau perubahan gaya hidup, tergantung pada jenis dan tingkat keparahan gangguannya.
Meskipun istilah mental illness dan mental disorder sering digunakan secara bergantian, keduanya memiliki perbedaan dalam konteks keparahan dan dampaknya terhadap individu.
Mental illness lebih merujuk pada kondisi yang lebih serius dan memerlukan perawatan medis, sementara mental disorder mencakup berbagai gangguan yang lebih ringan hingga menengah.
Memahami perbedaan ini penting untuk merencanakan pendekatan pengobatan yang tepat dan memberikan dukungan yang diperlukan bagi mereka yang mengalami gangguan mental atau penyakit mental. (Shofiyullah)
Editor : Meitika Candra Lantiva