RADAR JOGJA - Jerawat, masalah kulit yang sering dianggap sepele, ternyata memiliki akar penyebab yang cukup kompleks.
Munculnya jerawat tidak hanya disebabkan oleh faktor hormonal saat pubertas, tetapi juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain seperti genetik, pola makan, hingga stres.
Pemahaman yang mendalam tentang penyebab jerawat ini sangat penting untuk menemukan solusi yang tepat dalam mengatasi masalah kulit yang satu ini.
Simak 6 penyebab jerawat berikut ini.
1. Hormon
Jerawat dapat timbul karena disebabkan oleh masalah hormon.
Pada remaja laki-laki, peningkatan kadar hormon testosteron yang meningkat selama masa pubertas dapat memicu kelenjar sebase yang sangat sensitif terhadap hormon.
Akibatknya, kelenjar memproduksi lebih banyak sebum daripada yang dibutuhkan kulit.
Selain itu, pada perempuan, jerawat lebih rentan muncul karena hormon yang ditimbulkan saat datang bulan, masa kehamilan, hingga sindrom ovarium polikistik.
2. Faktor Genetik
Jerawat juga dapat timbul karena faktor genetik atau keturunan.
Jika orang tua memiliki jerawat, kamu juga berpeluang besar mengalami jerawat juga.
Hal ini telah dibuktikan dari sebuah studi yang mengatakan bahwa jika kedua orang tua seseorang berjerawat, kmaka keturunannya akan cenderung mengalami jerawat yang lebih parah di usia muda.
3. Produk Kosmetik
Penggunaan produk kosmetik yang tidak cocok untuk kulit dapat enimbulkan iritasi hingga jerawat. Maka dari itu, gunakanlah kosmetik yang cocok dengan jenis kulit anda.
4. Obat-obatan
Penggunaan obat-obatan ternyata dapat menimbulkan jerawat pada penggunanya.
Obat-obatan tertentu seperti obat steroid, lithium, dan beberapa obat yang digunakan untuk mengobati epilepsi dapat menimbulkan jerawat pada pemakainya.
5. Stress
Stres dapat memengaruhi gaya hidup seseorang, selain gaya hidup yang berubah pola makan juga akan terganggu.
Kedua hal ini dapat memicu timbulnya jerawat pda orang yang mengalami stres.
6. Gaya Hidup
Gaya hidup yang tidak sehat juga dapat memicu timbulnya jerawat pada seseorang.
Sarung bantal, sprei, dan handuk yang jarang diganti dapat menyebabkan munculnya bakteri. Bakteri tersebut dapat menempel pada kulit sehingga memicu timbulnya jerawat.
(Maya Alfina Meilati)