Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Waspadai Minuman Kemasan Manis bagi Kesehatan Keluarga: Kenali Risiko Penyakit dan Cara Pencegahannya

Winda Atika Ira Puspita • Sabtu, 16 November 2024 | 17:10 WIB
Minuman Kemasan di Supermarket.
Minuman Kemasan di Supermarket.

RADAR JOGJA – Minuman kemasan manis kini menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup modern, terutama di kalangan anak muda.

Meski rasanya nikmat dan praktis, banyak ahli kesehatan mengingatkan tentang risiko kesehatan yang dapat timbul dari konsumsi berlebihan minuman ini.

Konsumsi Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) di Indonesia telah meningkat secara signifikan, tercatat 15 kali lipat dalam dua dekade terakhir.

Data Kementerian Kesehatan menyebutkan sekitar 60 persen masyarakat Indonesia mengonsumsi minuman manis lebih dari sekali sehari.

Salah satu ancaman terbesar dari kebiasaan ini adalah risiko obesitas yang dapat berlanjut pada penyakit serius seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Kandungan gula tinggi dalam minuman manis dapat memicu lonjakan kadar gula darah yang meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.

Penelitian dari Chan School of Public Health Universitas Harvard menunjukkan bahwa orang yang mengonsumsi satu kaleng minuman manis per hari berpotensi terkena penyakit jantung hingga 20 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Orang tua diharapkan lebih ketat mengawasi konsumsi minuman manis bagi anak-anak.

Agar konsumsi minuman kemasan manis dapat dikurangi, berikut adalah beberapa cara sederhana yang dapat diterapkan:

1. Perbanyak Konsumsi Air Mineral
Mengganti minuman manis dengan air mineral adalah langkah sederhana dan efektif.

Air mineral tidak hanya bebas kalori, tetapi juga membantu tubuh tetap terhidrasi.

Bagi yang bosan dengan air putih, bisa mencoba infused water dengan buah segar untuk menambah cita rasa tanpa tambahan gula.

2. Sediakan Snack Sehat di Rumah
Mengganti camilan manis dengan buah-buahan segar atau kacang-kacangan dapat mengurangi keinginan untuk mengonsumsi minuman manis.

Letakkan snack sehat di tempat yang mudah terlihat agar menjadi pilihan pertama.

3. Atur Menu Makanan dan Minuman
Merencanakan dan menyiapkan menu selama seminggu membantu mengontrol asupan gula.

Dengan persiapan yang baik, Anda dapat menghindari minuman tinggi gula dan memilih bahan-bahan alami yang lebih sehat.

4. Kurangi Takaran Gula Secara Bertahap
Khusus untuk anak-anak, kurangi konsumsi minuman manis secara perlahan untuk menghindari perubahan suasana hati atau tantrum.

Mulailah dengan mengurangi takaran gula sedikit demi sedikit dan pilih produk rendah gula saat membeli minuman kemasan.

5. Edukasi Diri dan Keluarga tentang Gizi
Meningkatkan pemahaman tentang gizi di lingkungan keluarga sangat penting.

Orang tua bisa menjadi contoh dalam menerapkan pola makan sehat.

Edukasi tentang membaca label gizi pada kemasan juga bermanfaat untuk memilih produk yang lebih sehat.

Dengan semakin tingginya konsumsi minuman kemasan manis, kesadaran akan bahayanya perlu ditingkatkan.

Edukasi tentang pola makan sehat dan pengurangan konsumsi gula harus digalakkan, terutama bagi anak-anak dan remaja yang rentan terhadap dampak negatif ini.

Memeriksa kandungan dalam setiap minuman yang dikonsumsi adalah langkah awal menuju hidup sehat, demi kesehatan diri dan masyarakat secara keseluruhan. (Latri Rastha Dhanastri)

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#manis #Kesehatan #minuman kemasan #risiko penyakit #risiko kesehatan