RADAR JOGJA - Teh merupakan minuman yang telah dikenal sejak ribuan tahun lalu, tidak hanya menawarkan kenikmatan rasa, tetapi teh juga memiliki segudang manfaat kesehatan.
Minuman yang mengandung kafein ini dibuat dengan menyeduh daun, pucuk, atau tangkai tanaman Camellia sinensis yang telah dikeringkan.
Sebagian besar dari kita mungkin sudah familiar dengan teh hijau, teh melati, atau teh hitam.
Indonesia memang dikenal sebagai salah satu penghasil teh hitam terbaik, namun, tahukah kamu bahwa di luar sana masih ada beragam jenis teh lainnya yang tidak kalah menggoda untuk dicicipi?
Jadi jangan lewatkan kesempatan untuk mengenal berbagai jenis teh lain yang bisa membawa pengalaman rasa berbeda.
Yuk, simak berbagai jenis teh berikut yang memiliki aroma dan rasa unik, serta patut untuk kamu coba!
1. Teh Hitam
Teh hitam mungkin menjadi teh yang paling banyak dikonsumsi di seluruh dunia. Dibuat dari daun Camellia sinensis yang mengalami proses oksidasi penuh, teh hitam memiliki warna coklat kehitaman yang khas.
Rasa teh ini cukup kuat dan dapat dinikmati baik dalam keadaan panas maupun dingin.
Untuk variasi rasa, kalian bisa menambahkan gula, susu, atau bahkan perasan lemon ke dalam seduhan teh hitam, yang tentunya akan memberikan sensasi rasa yang berbeda.
2. Teh Hijau
Teh hijau mungkin sudah tak asing lagi di telinga, terutama di Indonesia. Dibuat dari daun teh yang dikukus dan dikeringkan, teh hijau memiliki rasa yang lebih ringan dan menyegarkan.
Proses pengeringan yang cepat membantu mencegah fermentasi, sehingga teh hijau tetap kaya akan kandungan katekin, theanine, serta vitamin dan mineral.
Satu cangkir teh hijau mengandung sekitar 25 mg kafein, menjadikannya pilihan yang pas untuk kalian yang ingin menikmati manfaat kesehatan tanpa terlalu banyak kafein.
3. Teh Putih
Jika mencari teh dengan rasa yang lebih ringan dan halus, teh putih bisa menjadi pilihan.
Dibuat dari tunas muda tanaman Camellia sinensis, teh putih adalah jenis teh dengan proses pembuatan paling singkat.
Setelah dipetik, daun dan tunas segera dipanaskan dan dikeringkan tanpa banyak oksidasi.
Hal ini membuat teh putih memiliki rasa lembut yang berbeda dari jenis teh lainnya, dan banyak dicari oleh mereka yang menyukai teh dengan cita rasa ringan.
4. Teh Oolong
Teh oolong terkenal dengan rasanya yang kuat, berkat proses fermentasi singkat yang dialaminya.
Teh ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu teh oolong hijau dan oolong hitam. Teh oolong hijau memiliki kadar kafein yang lebih rendah, sedangkan oolong hitam mengandung sekitar 30 mg kafein per cangkir, membuatnya cocok bagi kalian yang menyukai teh dengan sentuhan kafein lebih tinggi.
5. Teh Bunga Rosella
Berbeda dengan teh yang terbuat dari daun, teh bunga rosella dihasilkan dari seduhan bunga rosella yang dikeringkan.
Dengan warna merah cerah yang jernih, teh ini tak hanya memikat mata tetapi juga kaya akan antioksidan.
Kandungan antioksidan dalam teh bunga rosella dapat membantu mencegah kerusakan sel, sekaligus mengurangi risiko penyakit jantung, kanker, dan diabetes.
Jadi, teh ini tak hanya menawarkan rasa yang menyegarkan, tetapi juga segudang manfaat kesehatan.
6. Teh Herbal
Teh herbal sebenarnya bukan teh sejati, karena tidak dibuat dari daun Camellia sinensis.
Jenis teh herbal mencakup berbagai macam bahan-bahan alami, seperti peppermint, chamomile, dan jahe.
Teh herbal biasanya tidak mengandung kafein dan sering kali dikonsumsi karena manfaat kesehatan atau efek menenangkannya.
Bagi kalian yang menginginkan teh tanpa kafein, teh herbal adalah pilihan yang tepat untuk dinikmati kapan saja.
Selain berbagai manfaat kesehatan, teh juga menjadi minuman yang hampir tidak memiliki kalori.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kandungan dalam teh bisa membantu menghambat penyerapan lemak serta meningkatkan pembakaran kalori selama berolahraga.
Namun, pastikan kamu tidak menambahkan terlalu banyak gula atau susu ke dalam teh jika ingin menjaga manfaat kesehatannya.
Menariknya, minum teh hitam secara rutin juga dipercaya mampu mengurangi risiko kanker kulit.
Meski demikian, teh hitam panas (hangat) diyakini lebih bermanfaat bagi kesehatan dibandingkan dengan teh hitam yang disajikan dingin.
Editor : Winda Atika Ira Puspita