Jogja Sleman Bantul Gunungkidul Kulon Progo Sport Jogja 24 Jam Weekend Jateng Nusantara Internasional Ekonomi Education Expo Ramadan Sosok Opini Visual Report Urban Legend

Meningitis Belum Ada Obatnya tapi Bisa Dicegah dengan Vaksinasi JE

Iwan Nurwanto • Senin, 30 September 2024 | 15:15 WIB
Dinas Kesehatan melakukan vaksinasi massal untuk Mencegah penyakit Japanese Encephalitis (JE).
Dinas Kesehatan melakukan vaksinasi massal untuk Mencegah penyakit Japanese Encephalitis (JE).

 

JOGJA - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Jogja terus menggencarkan vaksinasi Japanese Encephalitis (JE). Adapun hingga bulan pertama vaksinasi tersebut digelar, capaian vaksinasi diketahui baru menyentuh 50 persen.

Kepala Seksi Pengendalian Penyakit Menular dan Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Jogja Endang Sri Rahayu mengatakan, ada 82 ribu anak dengan rentang usia sembilan bulan hingga 15 tahun yang menjadi sasaran vaksinasi JE. Vaksinasi sendiri dilaksanakan selama dua bulan, dari 3 September hingga 31 Oktober 2024 mendatang.

Endang menyatakan, hingga akhir September capaian imunisasi JE mencapai sekitar 50 persen. Jumlah itu tergolong masih rendah. Terlebih jika melihat target yang ditentukan oleh Dinkes Kota Jogja sebesar 95 persen.

Baca Juga: Pengangguran di Daerah Istimewa Yogyakarta Alami Penurunan 3,24 Persen, Program Peladi Makarti Diluncurkan di 50 Kalurahan

Baca Juga: Konsisten Lakukan Tracer Study kepada Para Lulusan, UGM dan UMY Sebut Partisipasi Alumni di Atas 90 Persen

Dia mengakui, ada kendala yang dihadapi oleh pemerintah selama pelaksanaan vaksinasi tersebut. Yakni masih rendahnya kesadaran orang tua untuk memberikan vaksinasi JE kepada anaknya. Lantaran merasa tidak terlalu dibutuhkan.“Padahal vaksinasi JE untuk mencegah terjadinya radang otak atau meningitis,” ujar Endang, Minggu (29/9).

Oleh karena itu, Endang terus berupaya mendorong dan memonitoring masyarakat agar aktif berpartisipasi dalam program vaksinasi JE. Sehingga kemudian, target 95 persen yang sudah ditentukan oleh Dinkes Kota Jogja dapat tercapai dan diharapkan bisa melebihi.

Menurut Endang, pemberian vaksin JE merupakan langkah yang paling aman dan efektif untuk pencegahan meningitis. Kendati demikian, dia tak menampik kalau vaksinasi dapat memberikan efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Baca Juga: Bekerja Tak Sesuai Jurusan di Bangku Kuliah, Sudah Jadi Hal yang Lazim di Zaman Sekarang

Baca Juga: Rumah Organik di Tegaltirto, Berbah, Sleman Jadi Strategi Petani untuk Merdeka Pupuk

Biasanya, KIPI dari vaksinasi JE berupa nyeri pada lokasi suntikan, demam ringan, hingga kelelahan. Namun hanya bersifat ringan dan dapat sembuh dalam waktu singkat. Apalagi jika diberikan penanganan tepat dengan obat dan kompres. “Pemberian vaksin JE manfaatnya jauh lebih besar dibandingkan risikonya (KIPI),” jelas Endang.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kota Jogja Emma Rahmi Aryani menyampaikan, sejak tahun 2016 lalu sempat ada 13 kasus suspek JE di Jogja. Namun dari hasil uji laboratorium, belasan suspek kasus JE tersebut dipastikan negatif.

Emma menegaskan, imunisasi JE diharapkan dapat mencegah adanya penularan penyakit yang disebarkan melalui nyamuk jenis Culex tersebut. Sekaligus mendukung program kesehatan nasional. “Sampai saat ini JE belum ada obatnya. Tapi bisa dicegah dengan imunisasi,” katanya.

Editor : Heru Pratomo
#Kota Jogja #dinkes #vaksinasi je #meningitis